Polsek Sungai Pinang Ringkus 2 Pelaku Curanmor Saat Banjir Menerjang Samarinda, Ini Barang Buktinya

Musibah banjir yang terjadi pada pertengahan Januari 2020 di daerah Sungai Pinang dan Samarinda Utara dimanfaatkan orang-orang tidak bertanggungjawab

Tribunkaltim.co, Budi Dwi Prasetyo
DP (18) pelaku curanmor yang diamankan jajaran Reskrim Polsek Sungai Pinang saat musibah banjir lalu, Rabu (29/1/2020) 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Musibah banjir yang terjadi pada pertengahan bulan Januari 2020 di daerah Kecamatan Sungai Pinang dan Kecamatan Samarinda Utara dimanfaatkan orang-orang tidak bertanggungjawab.

Korban Sarifah Lina (54) yang tinggal di daerah Kel. Sempaja Timur, Kec. Samarinda Utara, yang mengalami musibah kebanjiran, kemudian menitipkan sepeda motornya di rumah temannya.

Pada hari Kamis tanggal 16 Januari 2020 sekitar pukul 22.30 WITA saat banjir mulai surut, korban hendak mengambil kembali motornya namun ternyata sudah tidak ada lagi di Parkiran rumah temannya.

Atas laporan tersebut kemudian Unit Reskrim Polsek Sungai Pinang melakukan penyelidikan terhadap kasus tersebut.

Dini hari tadi sekitar pukul 02.00 WITA (29/01/20), unit Reskrim Polsek Sungai Pinang berhasil mengamankan tersangka DP (18) dan MA (16) beserta barang bukti 1 unit sepeda motor Honda Vario 150 warna putih dengan nopol KT 2721 BCM.

"Mereka langsung kami amankan di rumahnya, bersama dengan barang bukti," terang Kanit Reskrim Polsek Sungai Pinang, Ipda Fahrudi.

Baca Juga;

Ungkit Kasus eks Anak Buah SBY di ILC, Harun Masiku Buat Karni Ilyas Sampai Heran, KPK Angkat Bicara

Ramalan Zodiak Hari Ini Rabu 29 Januari 2020, Virgo Dituntut Kekasih, Pisces Nikmati Persahabatan

Perjalanan Karir eks Striker Ajax dan Timnas Belanda Sampai ke Persib Bandung, Joel Vinicus Dicoret

Selama Ini Misterius, Sosok Pemimpin Tertinggi Sunda Empire Rupanya Wanita, Tersenyum Saat Ditangkap

Selanjutnya kedua tersangka serta barang bukti diamankan ke Polsek Sungai Pinang dengan sangkaan melanggar Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan yang diancam hukuman paling lama 7 tahun penjara.

Penulis: Budi Dwi Prasetiyo
Editor: Mathias Masan Ola
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved