Tak Ada Stok Baju Pelindung, Dokter dan Perawat di Wuhan Terpaksa Pakai Popok

Tak Ada Stok Baju Pelindung, Dokter dan Perawat di Wuhan Terpaksa Pakai Popok

Tangkap layar South China Morning Post.com
Dokter dan perawat di Wuhan terpaksa harus pakai popok karena persediaan pakaian pelindung semakin menipis. 

Tak Ada Stok Baju Pelindung, Dokter dan Perawat di Wuhan Terpaksa Pakai Popok

TRIBUNKALTIM.CO - Wabah Virus Corona menjadi ancaman serius bagi sejumlah negara karena virus ini sangat mematikan.

Kota Wuhan, China semakin mencekam, jumlah korban yang terinfeksi Virus Corona melonjak tajam menjadi 2.744 pasien.

Hingga Senin (27/1/2020), 80 orang meninggal dunia akibat Virus Corona.

Sejak 1 Januari Ada 20 Kapal China Berlabuh di Paser, Pemkab Rakor Pencegahan Virus Corona

Warga Diminta Jangan Panik Kepala Dinkes Sebut Belum Ada Indikasi Penyebaran Virus Corona di Bontang

Nenek 87 Tahun Sembuh dari Virus Corona, Sempat Demam Tinggi Berhari-hari Hingga Serangan Jantung

Siaga Virus Corona, Kalimantan Utara Kekurangan Kelengkapan Alat Petugas Medis, Ini yang Dilakukan

Seiring bertambahnya jumlah korban Virus Corona, pekerjaan tim medis semakin berat.

Pegawai rumah sakit di Wuhan bahkan harus menggunakan popok dewasa karena tidak punya waktu untuk menggunakan kamar mandi.

Di samping itu, alasan staf media mengenakan popok karena keterbatasan pakaian pelindung.

Jika mereka akan ke buang air kecil, pakaian pelindung harus dilepaskan dengan cara dirobek.

Sementara itu, tim medis tidak bisa mendapatkan pakaian pelindung yang baru karena kurangnya persediaan.

Selain jas pelindung, rumah sakit juga mulai kehabisan pasokan alat pelindung lainnya, seperti masker bedah dan kacamata pelindung.

Halaman
1234
Editor: Rahmad Taufiq
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved