Kadin Balikpapan Bilang Virus Corona Punya Tantangan dan Peluang untuk Ekonomi

irus Corona yang mewabah di negeri tirai bambu, menyebabkan lebih dari 100 orang meninggal dunia dan ribuan orang lainnya dinyatakan positif.

Tribunkaltim.co/Alfian
Pihak rumah sakit Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut ( TNI AL ) Ilyas Tarakan, Kalimantan Utara, menggelar simulasi penanganan pasien Virus Corona, Rabu (29/1/2020). 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Virus Corona yang mewabah di negeri tirai bambu, menyebabkan lebih dari 100 orang meninggal dunia dan ribuan orang lainnya dinyatakan positif.

Penyebaran penyakit mematikan ini cukup cepat. Apalagi belum ada vaksin pasti untuk menanggulanginya.

Virus langka yang mendera negara pusat ekonomi dunia ini, disinyalir memiliki dampak ekonomi negatif signifikan terhadap negara lain.

Utamanya negara-negara berkembang. Kata Yaser Arafat, Ketua Kamar Dagang dan Industri ( Kadin ) Kota Balikpapan, Kamis (30/1/2020).

"Dampaknya apa? Kalau kesehatan masyarakat di China turun, otomatis produktivitas juga turun. Permintaan barang dari negara-negara berkembang, import China pasti menurun," ujarnya.

"Jumlah penurunannya kita belum dapat data yang pasti. Namun ada implikasi bahwa penurunan tersebut signifikan termasuk Indonesia," tambahnya.

Layaknya negara berkembang lain, Indonesia termasuk negara yang cukup konsumtif. Daya beli terhadap barang produksi China cukup tajam.

Hadirnya virus corona, bisa saja pembatasan barang dari negara tembok raksasa tersebut ikut dibatasi. Utamanya yang berbahan baku makanan.

Dari segi manusia juga, khususnya yang kena endemi pastinya akan lebih ketat untuk masuk Indonesia.

"Sementara banyak investasi yang masuk ke sini selain para pekerja juga para pelancong," jelasnya.

Halaman
1234
Penulis: Heriani AM
Editor: Budi Susilo
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved