Malunya Sri Mulyani Diledek Presiden Bank Dunia hingga Sakit Perut Gara-gara Janji Kampanye Jokowi

Malunya Sri Mulyani diledek Presiden Bank Dunia hingga sakit perut gara-gara janji kampanye Jokowi.

Malunya Sri Mulyani Diledek Presiden Bank Dunia hingga Sakit Perut Gara-gara Janji Kampanye Jokowi
Tribunnews/Jeprima
Malunya Sri Mulyani Diledek Presiden Bank Dunia hingga Sakit Perut Gara-gara Janji Kampanye Jokowi 

TRIBUNKALTIM.CO - Malunya Sri Mulyani diledek Presiden Bank Dunia hingga sakit perut gara-gara janji kampanye Jokowi.

Siapa sangka, Menteri Keuangan Sri Mulyani ternyata pernah dibikin malu oleh Presiden Bank Dunia.

Adalah Presiden Bank Dunia masa jabatan 2012-2019 Jin Young Kim yang pernah membuat Menteri Keuangan Sri Mulyani malu bukan kepalang.

Apa pasalnya? 

Dia bercerita, pada saat dirinya tengah menjabat sebagai Direktur Pelaksana Bank Dunia, Sri Mulyani sempat disentil oleh Kim akibat prevalensi balita stunting di Indonesia yang sangat tinggi kala itu.

Dikalahkan Sri Mulyani dan Rp1,2 T Disita, Pihak Tommy Soeharto Sempat Melawan, tapi MA Berkata Lain

Tak Gentar Hadapi Anak Mantan RI 1 Demi Uang Negara Rp1,2T, Ini Sosok Penting di Balik Sri Mulyani

Menohok! Ketum PBNU Kiai Said Aqil Siradj Semprot Jokowi, Sri Mulyani, Bukalapak, hingga Lazada

Sistem Gaji Tunggal PNS dan Honor Dihapus Mencuat, KPK Setuju, Sri Mulyani Jelaskan Proses & Dampak

Posisi Indonesia kala itu sama dengan Ethiopia, yaitu sebesar 37,8%. 

"Kala itu Presiden Kim bilang, Indonesia berada dalam peringkat teratas di dunia terkait dengan stunting. Saya bilang apa itu stunting? Itu saya baru dua tahun di World Bank, saya baru di wake up bahwa Indonesia punya persoalan stunting. Bahkan waktu itu mencapai 38%," ujar Sri Mulyani di Jakarta, Kamis (30/1/2020).

"Saya dipermalukan terus sama Chief Kim. Kata dia, 'You have to do something for your country'," ujar Sri Mulyani

Stunting merupakan masalah kesehatan yang saat ini tengah dihadapi Indonesia.

Stunting terjadi akibat anak mengalami kurang gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu yang cukup lama sehingga mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada anak, yakni tinggi badan anak lebih rendah atau pendek (kerdil) dari standar usianya. 

Halaman
123
Editor: Syaiful Syafar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved