Netizen yang Hina Risma Ditangkap, Penghina Anies Baswedan Dibiarkan, Fadli Zon: Diskriminasi Hukum

Netizen yang hina Walikota Surabaya Tri Rismaharini ditangkap, sementara penghina Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dibiarkan, Fadli Zon buka suara

Netizen yang Hina Risma Ditangkap, Penghina Anies Baswedan Dibiarkan, Fadli Zon: Diskriminasi Hukum
Foto Kolase Tribunnews.com
Netizen yang Hina Risma Ditangkap, Penghina Anies Baswedan Dibiarkan, Fadli Zon: Diskriminasi Hukum 

TRIBUNKALTIM.CO - Netizen yang hina Walikota Surabaya Tri Rismaharini ditangkap, sementara penghina Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dibiarkan.

Keadaan bertolak belakang ini membuat politis Partai Gerindra, Fadli Zon turut buka suara.

Menurut Fadli Zon, ada diskriminasi hukum terhadap kasus Tri Rismaharini dan Anies Baswedan.

Polisi langsung menangkap seseorang yang disangka menghina Walikota Surabaya yang selama ini didukung PDI Perjuangan.

Dugaan penghinaan terhadap Risma dilakukan melalui media sosial.

Tetapi, sampai saat ini polisi belum menetapkan tersangka kasus penghinaan terhadap Gubernur Anies Baswedan.

Penghina Walikota Surabaya Tri Rismaharini Ditangkap, Dikenal Baik di Lingkungan Tempat Tinggal

Terduga Penghina Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini Ibu Rumah Tangga, Anak Terkecil Usia Dua Tahun

Wabah Virus Corona Asal China, Walikota Tri Rismaharini Soroti, Belum Ditemukan Korban Perlu Waspada

Manuver Tri Rismaharini Tantang Anies Baswedan, Reaksi Politisi PDIP dan Gerindra Jadi Sorotan

Dugaan penghinaan terhadap Anies Baswedan pun dilakukan melalui media sosial.

Fakta itu, kata Fadli Zon, menunjukkan hukum Indonesia diskriminasi sesuai selera penguasa.

"Realitas diskriminasi hukum di negeri ini. Sesuai selera penguasa," ujar Fadli Zon melalui akun twitternya.

Dia mengunggah berita berisi pemilik akun facebook penghina Risma yang ditangkap serta foto capture tulisan Ade Armando yang 'menghina' Anies tetapi masih dibiarkan.

Halaman
1234
document.addEventListener("DOMContentLoaded", function(event){ var cekclassread = document.getElementsByClassName("txt-article")[0]; if(cekclassread != undefined){ var content = document.getElementsByClassName("txt-article")[0].innerText; var gpt_safe = content.match(/\b(ak47|al jazeera|al qaeda|allah|Assad|bahan kimia|bencana|boikot|corona|covid-19|fatal|ganti rugi|gejala|gugur|hoax|hukuman|jokowi|kecelakaan|kejadian|keras|komplain|Kondom|kontroversi|korban|kriminal|palsu|pembunuhan|pemerkosaan|penyakit|peristiwa|pidana|polisi|porno|prabowo|racun|rasis|rasisme|seks|tersangka|viral|virus)\b/i); if(gpt_safe){ safe = 'no'; } else{ safe = 'yes'; } var keyword1 = content.match(/\b(virus|corona|pneumonia|paru-paru|karantina|demam|wabah|sesak napas|Wuhan|sesak dada|rs darurat|epidemic|pandemic|status darurat|SARS|corona virus|jangkit|covid|batuk|covid-19|MERS|penyebaran|penularan|patogen|CoV|Viruses|Korona|nCOV|isolasi diri|masker|terinfeksi|infeksi|mati|kematian|positif corona|lockdown|orang dalam pemantauan (ODP)|pasien dalam pengawasan (PDP)|suspect|sakit tenggorokan)\b/i); if (keyword1) { keyword_targetting1 = 'yes';} else { keyword_targetting1 = 'no';} }else{ safe = 'yes'; keyword_targetting1 = 'no'; } console.log('safe_branding =' + safe); googletag.pubads().setTargeting('safe_branding', safe); console.log('keyword_targetting1 =' + keyword_targetting1); googletag.pubads().setTargeting('keyword_targetting1', keyword_targetting1); });
Editor: Alfiah Noor Ramadhany
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved