Penghina Walikota Surabaya Tri Rismaharini Ditangkap, Dikenal Baik di Lingkungan Tempat Tinggal

Penghina Walikota Surabaya Tri Rismaharini ditangkap di Bogor, terduga pelaku dikenal baik di lingkungan tempat tinggal.

Tribunnews.com
Penghina Walikota Surabaya Tri Rismaharini Ditangkap, Dikenal Baik di Lingkungan Tempat Tinggal 

TRIBUNKALTIM.CO - Penghina Walikota Surabaya Tri Rismaharini ditangkap di Bogor, terduga pelaku dikenal baik di lingkungan tempat tinggal.

Polrestabes Surabaya telah menangkap dan membawa pemilik akun Facebook bernama Zikria Dzatil ke Surabaya.

Pemilik akun Facebook tersebut ditangkap lantaran diduga melakukan penghinaan terhadap Walikota Surabaya Tri Rismaharini.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Surabaya AKBP Sudamiran mengatakan, pelaku yang ditangkap merupakan seorang perempuan berusia 44 tahun.

Selain itu, nama pelaku juga identik dengan nama akun Facebook yang dilaporkan.

Terduga Penghina Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini Ibu Rumah Tangga, Anak Terkecil Usia Dua Tahun

Wabah Virus Corona Asal China, Walikota Tri Rismaharini Soroti, Belum Ditemukan Korban Perlu Waspada

Manuver Tri Rismaharini Tantang Anies Baswedan, Reaksi Politisi PDIP dan Gerindra Jadi Sorotan

Alasan Tri Rismaharini, Adian Napitupulu, Victor Laiskodat Berkali-kali Tolak jadi Menteri Jokowi

"Kami tangkap dia di rumahnya di Bogor, tanpa perlawanan, karena dia seorang perempuan," kata Sudamiran, Minggu (2/2/2020).

Ia menambahkan, saat ini pelaku sudah berada di Mapolrestabes Surabaya dan telah menjalani serangkaian pemeriksaan.

"Pelaku sudah di Surabaya dan sudah diperiksa," kata Sudamiran.

Hasil dari pemeriksaan dan status pelaku dalam kasus tersebut akan disampaikan langsung oleh Kepala Polrestabes Surabaya Kombes Sandi Nugroho pada Senin (3/2/2020).

Sebelum menangkap pelaku yang diduga menghina Risma, Polrestabes Surabaya telah memeriksa sembilan orang saksi.

Kesembilan saksi itu meliputi pihak pelapor, masyarakat maupun lembaga swadaya masyarakat.

Selain itu, polisi juga telah meminta keterangan dari ahli bahasa, ahli pidana dan ahli informasi dan transaksi elektronik (ITE).

Sementara itu, Kepala Bagian Humas Pemkot Kota Surabaya Febriadhitya Prajatara mengakui bahwa pihak Pemkot melalui kepala bagian hukum telah melaporkan akun tersebut kepada polisi.

Febri mengatakan, Pemkot melaporkan akun media sosial tersebut lantaran adanya desakan dari masyarakat.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved