Berita Pemprov Kalimantan Utara

Kolaborasi dengan Kementerian PUPR, Pemprov Kaltara Tata Jalan Kumuh di Kawasan Perbatasan

Melalui program penyediaan infrastruktur berbasis masyarakat (IBM), diharapkan pemanfaatannya dirasakan langsung oleh warga setempat.

Kolaborasi dengan Kementerian PUPR, Pemprov Kaltara Tata Jalan Kumuh di Kawasan Perbatasan
HUMASPROV KALTARA
Salah satu wujud penataan jalan kumuh dengan mengecor semen di jalan yang menjadi akses warga di Desa Long Layu, Kecamatan Krayan, Kabupaten Nunukan. Desa ini berada jauh di kawasan perbatasan Kaltara-Malaysia. 

TANJUNG SELOR – Tidak hanya program kota tanpa kumuh, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara), juga berkolaborasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat untuk mendukung pertumbuhan ekonomi di perbatasan Kaltara.

Melalui program penyediaan infrastruktur berbasis masyarakat (IBM), diharapkan pemanfaatannya dirasakan langsung oleh warga setempat.

“Salah satu programnya adalah penataan jalan kumuh di wilayah pedesaan,”terang Gubernur Kaltara, Dr H Irianto Lambrie.

Hingga tahun 2019, terdapat 2 titik pembangunan jalan dengan bangunan rigid atau cor beton yang dilaksanakan di wilayah perbatasan Desa Long Layu, Kecamatan Krayan.

“Program ini telah berjalan sejak tahun 2018, berdasarkan instruksi langsung dari Presiden RI Joko Widodo,”urai Gubernur.

Pada tahun 2018, pembangunan jalan rigid yang telah dikerjakan sepanjang 1,4 kilometer. Kemudian dilanjutkan pada jalur utama menuju Desa Long Layu sepanjang 380 meter dengan lebar 6 meter.

“Kalau untuk alokasi anggarannya, melalui anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) tahun 2018 yang berjumlah Rp 18 miliar. Sedangkan pada tahun 2019, hanya Rp 4,5 miliar.

Sementara, untuk pembangunan jalan utama masih ada tersisa sepanjang 1 kilometer lagi. Pasalnya, untuk tahun 2020 anggaran pembangunan kelanjutan jalan itu tidak teralokasikan lagi dalam APBN.

“Diharapakan tahun 2020 ini pembangunan jalan rigid itu dapat dilanjutkan, biar lebih bagus jalan nya,”ungkap Irianto.

Sementara itu, Kolican, salah satu warga Desa Long Layu yang dikonfirmasi melalui pesan selulernya mengungkapkan, pembangunan jalan rigid di wilayah pedesaan ini sangat membantu.

Pada prinsipnya, warga Desa Long Layu menerima dengan baik pengerajaan jalan itu, karena jalan itu merupakan jalur utama warga desa setempat.

“Kami waraga Desa Long layu sangat berterimaksih atas upaya yang di aljukan oleh pemerintah pusat maupun pemerintah provinsi, karena adanya pembangunan jalan seperti ini kami tidak susah lagi melakukan aktifitas di desa ini, karena jalan ini merupakan jalan utama di desa kami,”kata Kolican.

Dengan begitu, warga setempat tidak lagi kesulitan mencari kebutuhan sehari-hari. Sebab, jalan tersebut sudah gampang diakses. (humas)

Editor: Achmad Bintoro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved