Berita Pemprov Kalimantan Utara

Rasio Elektrifikasi Kaltara 78 Persen, Irianto Optimistis Target 99,9 Persen Terpenuhi di Akhir 2020

Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie mengungkapkan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) berkolaborasi dengan pemerintah pusat

Rasio Elektrifikasi Kaltara 78 Persen, Irianto Optimistis Target 99,9 Persen Terpenuhi di Akhir 2020
HUMASPROV KALTARA
Gubernur Kaltara Irianto Lambrie bersalaman dengan Mendagri Tito Karnavian ketika menghadap di Kantor Kemendagri, Jakarta. 

TANJUNG SELOR - Rasio elektrifikasi Kalimantan Utara (Kaltara) pada 2019 tercatat mencapai 77,74 persen. Angka ini meningkat dibanding rasio elektrifikasi pada tahun sebelumnya, yaitu 71,98 persen.

Melihat tren kenaikan ini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara optimis bisa memenuhi target 99,9 persen elektrifikasi pada akhir 2020 ini.

Untuk bisa memenuhi target tersebut, Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie mengungkapkan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) berkolaborasi dengan pemerintah pusat, melalui beberapa program yang telah digulirkan. Salah satunya melalui program Lampu Tenaga Surya Hemat Energi (LTSHE) di desa-desa.

Sejalan dengan program tersebut, lanjut Irianto, pemenuhan listrik di Kaltara difokuskan layanan akses ke masyarakat pedesaan yang belum terjangkau listrik. Namun demikian diakui Gubernur, tantangannya cukup besar. Lantaran masih minimnya akses transportasi, serta kondisi geografis yang sulit.

Tantangan lain, penyebaran permukiman penduduk yang berjarak sangat jauh sehingga membutuhkan aliran listrik yang sangat panjang dan jalan yang masih sangat sulit diakses.

"Pemenuhan kebutuhan listrik di Kaltara memang bukan pekerjaan mudah. Kita coba cari alternatif pembangkit yang efisien. Salah satunya adalah LTSHE. Alhamdulillah, kita didukung melalui program Kementerian ESDM," ungkap Irianto.

Disebutkan, melalui berbagai program yang telah dilakukan, rasio elektrifikasi di Kaltara pada 2019 mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya. Yaitu mencapai 77,74 persen. Dengan jumlah Kepala Keluarga (KK) yang telah menikmati layanan listrik sebanyak 195.783 KK.

Sesuai data di Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Kaltara, dari 5 kabupaten dan kota di Kaltara, tercatat di Kota Tarakan yang elektifikasinya paling tinggi. Yaitu mencapai 90 persen. Sementara yang terendah di Kabupaten Tana Tidung 62,62 persen.

Untuk target per tahun 2020, sesuai dengan Rencana pembangunan Jangka Menengah (RPJMN), rasio elektrifikasi ini sedang diformulasikan dapat meningkat di tahun berikutnya. Hal ini dikarenakan mengejar target rasio elektrifikasi ini terbilang tidak mudah.

“Peningkatan rasio elektrifikasi juga masih mengandalkan kinerja PT Perusahaan Listrik Negara (PLN). Dikarenakan, PLN sebagai penyedia tenaga listrik (UPTL) sedang lakukan pembangunan jaringan listrik baik tegangan rendah maupun menengah, dan saluran tegangan tinggi,” jelas Irianto.

Halaman
12
Editor: Achmad Bintoro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved