Berita Pemkab Kutai Barat

Tenun Badong Warisan Budaya Kubar, Dekranasda Siap Fasilitasi Pengajuan Hak Ciptanya

Tenun Badong merupakan salah satu warisan budaya dan adat istiadat pendahulu yang harus dilestarikan.

Tenun Badong Warisan Budaya Kubar, Dekranasda Siap Fasilitasi Pengajuan Hak Ciptanya
HUMASKAB KUBAR
Ketua Dekranasda Kubar Yayuk Seri Rahayu Yapan foto bersama para perajin tenun Badong pada pelatihan di Gedung Lembaga Adat Kampung Perigiq Kecamatan Jempang, Kamis (30/1/2020). 

SENDAWAR - Tenun Badong merupakan salah satu warisan budaya dan adat istiadat pendahulu yang harus dilestarikan. Hal ini dinilai penting, supaya dikemudian hari tidak diklaim orang maupun negara lainnya.

"Oleh karenanya, hak cipta sangat penting untuk melindungi warisan budaya tersebut," kata Ketua Dekranasda Kubar Yayuk Seri Rahayu Yapan, pada pembinaan dan pendataan perajin Badong, di Gedung Lembaga Adat Kampung Perigiq Kecamatan Jempang, Kamis (30/1/2020).

Pada kegiatan tersebut, Yayuk bersama Ketua Harian Dekranasda Kubar Kresensia Rikam dan sekretarisnya Yuyun Diah S.

Kegiatan itu, dilaksanakan temu publik bersama perajin Tenun Badong. Selain guna menyerap aspirasi, juga mengetahui kendala-kendala yang menjadi hambatan bagi perajin.

Yayuk menambahkan untuk membantu hak cipta Tenun Badong, diperlukan kerjasama antara pemerintah kampung, lembaga adat, perajin dan masyarakat membuat cerita arti motif yang ada di Tenun Badong.

Hal inilah dijadikan dasar, dalam pengajuan hak cipta nantinya.

"Kami siap membantu memfasilitasinya agar segera dibuat. Kalau sudah disetujui dan selesai. Hak cipta tersebut, akan diserahkan kembali ke Kampung Perigiq,"tegasnya.

Sebagai salah satu kabupaten penyangga Ibu Kota Negara RI, peluang ini harus dipersiapkan dari sekarang. Jangan sampai sampai jadi penonton di daerah sendiri. Waktu terus berjalan, tidak boleh menunggu. Bagi masyarakat yang punya keterampilan terus ditingkatkan, diasah dan berinovasi.

Yayuk mengimbau para perajin tetap dijaga kualitas dan mutu produknya. Jangan membuat asal-asalan, artinya sudah membuang biaya dan waktu. Hasilnya pun tidak dijaga. Bagaimana bersaing dengan produk luar.

Begitu juga, soal memilih bahan untuk dijadikan tenun untuk benang dan kainnya jangan mudah luntur. "Harga di sentra tenun Badong (Kampung Perigiq), diharapkan lebih murah dibandingkan di ibukota kabupaten,"ujarnya.

Bagi para perajin ingin menitipkan produknya dipersilakan datang di Yasera Boutique Jalan Hasanudin, Kelurahan Simpang Raya, Kecamatan Barong Tongkok. Seperti tenun Badong, tumpar dan lainnya. (hms6)

Editor: Achmad Bintoro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved