Kesaksian Petani di Balikpapan, Lebih Baik Tak Beli Gula daripada Tak Bayar Iuran BPJS

Soalnya kan kita nda pernah tahu kapan kita sakit. Kalau soal beli gula kan masih bisa ditahan dulu," ujar Yuliati.

Kesaksian Petani di Balikpapan, Lebih Baik Tak Beli Gula daripada Tak Bayar Iuran BPJS
HO - BPJS Kesehatan
Yuliati, salah seorang peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS). 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Yuliati, salah seorang peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS), sehari-hari disibukkan dengan merawat kebun.

Ia dan suaminya sangat bergantung dengan hasil kebun untuk menghidupi seluruh anggota keluarganya.

Meski berprofesi menjadi seorang petani, namun Yuliati tidak lupa memikirkan jaminan kesehatan bagi keluarganya.

Kartu JKN-KIS yang saat ini ia miliki menjadi kartu andalannya sewaktu-waktu ia atau keluarganya membutuhkan pengobatan.

Walikota Tarakan Ajak Masyarakat Gotong Royong Dukung Program JKN-KIS

Mau Daftar JKN-KIS dengan Mudah? Lewat MCS Aja!

Bersedekah Melalui Progam JKN-KIS

Saat ditemui di sebuah rumah sakit di Kota Balikpapan, ia menyebutkan kartu JKN-KISnya sangat membantu.

"Besar manfaatnya dari kartu ini. Karena anak saya, suami saya, sudah pernah pakai dan membantu sekali."

"Untuk iurannya saya selalu bayar rutin, lebik baik nda beli gula daripada iuran BPJS saya nda bayar. Soalnya kan kita nda pernah tahu kapan kita sakit. Kalau soal beli gula kan masih bisa ditahan dulu," ujar Yuliati.

Ia pun baru-baru ini menjalankan operasi di bagian hidung.

Yuliati didiagnosis menderita penyakit sinusitis dan diharuskan untuk menjalankan operasi.

"Puji Tuhan, bulan lalu pun saya menggunakan kartu ini untuk tindakan operasi, semuanya gratis tanpa ada biaya tambahan lagi. Kalau untuk bayar sendiri pastinya saya nda bisa bayar, tagihannya loh sampai Rp 10 juta," lanjutnya.

Ia pun merasakan manfaat yang besar dari Program JKN-KIS yang diikutinya beserta seluruh anggota keluarganya.

"Saya berobat ke puskesmas, anak saya kena musibah pakai itu, itu yang saya syukuri sama BPJS. Walaupun saya bayar tapi ya itulah yang saya syukuri, jika dihitung iuran saya juga nda bakal cukup untuk membayar pengobatan saya," kata Yuliati.

Ia sangat berharap, Program JKN-KIS ini bisa terus dapat membantunya dan seluruh anggotanya.

"Harapannya program ini dan BPJS Kesehatan dapat terus ada melayani masyarakat, serta saya juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh peserta BPJS Kesehatan yang telah rutin membayarkan iurannya sehingga dengan hal itu kita sama-sama bisa saling tolong menolong," tutup Yuliati. (*)

Editor: Ardian Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved