Berita Pemprov Kalimantan Timur

Ekonomi Kaltara Tumbuh Inklusif, Gubernur: Berarti Kesejahteraan Masyarakat Juga Naik

Secara q-to-q, ekonomi Provinsi Kaltara tahun lalu tumbuh sebesar 6,91 persen. Dibanding tahun 2018, tumbuh 6,05 persen.

Ekonomi Kaltara Tumbuh Inklusif, Gubernur: Berarti Kesejahteraan Masyarakat Juga Naik
HUMASPROV KALTARA
Gubernur Kaltara Irianto Lambrie memimpin rapat dengan jajarannya di Kantor Gubernur, Tanjung Selor, Rabu (5/2/2020). Ekonomi Provinsi Kaltara tumbuh 6,91 persen. Naik dibanding tahun 2018, tumbuh 6,05 persen. 

TANJUNG SELOR – Ekonomi Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) tumbuh meyakinkan sepanjang tahun 2019. Secara q-to-q, ekonomi Provinsi Kaltara tahun lalu tumbuh sebesar 6,91 persen. Dibanding tahun 2018, tumbuh 6,05 persen.

Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh lapangan usaha konstruksi sebesar 9,98 persen. Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh komponen pengeluaran konsumsi pemerintahsebesar 18,15 persen.

Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie mengungkapkan, Presiden Joko Widodo selalu mengingatkan bahwasanya pertumbuhan ekonomi harus menunjukkan pertumbuhan yang inklusif, tidak hanya tinggi secara angka statistik.

“Kita menginginkan dan bertekad bahwa pertumbuhan ekonomi Kaltara dalah pertumbuhan yang berkualitas. Artinya, ekonomi tumbuh tinggi, tingkat kesejahteraan masyarakat juga naik,” tutur Gubernur, Rabu (5/2/2020) siang.

Untuk membuktikan ekonomi Kaltara tumbuh berkualitas atau sehat dan atau inklusif, perlu dilihat beberapa data statistik lain yang saling terkait. Salah satunya presentase penduduk miskin.

Catatan terakhir Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kaltara, jumlah penduduk miskin provinsi ini pada September 2019 sebanyak 48,61 ribu jiwa atau 6,49 persen. Pada Maret 2019 penduduk miskin berjumlah 48,78 ribu atau 6,63 persen.

“Berarti jumlah penduduk miskin berkurang 0,2 ribu orang atau menurun 0,14 persen. Kalau ekonomi tumbuh, kemiskinan harus turun. Kalau tidak turun, berarti tidak inklusif. Alhamdulillah, penduduk miskin Kaltara turun,” kata Irianto.

Dari statistik gini ratio (ketimpangan), pada Maret 2019 tingkat ketimpangan pengeluaran penduduk yang diukur dengan gini ratio tercatat sebesar 0,295. Angka ini turun sebesar 0,009 poin dibanding gini ratio September 2018 yang sebesar 0,304.

“Nilai gini ratio itu 0-1. Kalau dia makin tinggi, makin timpang. Makin ke 0, makin bagus. Terakhir kemarin, kita 0,29 perse. Artinya semua sama-sama terangkat. Yang kaya, bertambah, dan yang miskin mulai naik menjadi kaya,” jelas Gubernur.

Pertumbuhan ekonomi Kaltara juga membaik dibandingkan dengan data statistik tingkat pengangguran. Catatan Agustus 2019, penduduk Kaltara yang bekerja mencapai 333.777 orang, bertambah sebanyak 10.377 orang dibanding Agustus 2018 sebanyak 323.400 orang.

Halaman
12
Editor: Achmad Bintoro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved