Berita Pemprov Kalimantan Timur

Pelantikan Dewan Adat Dayak Kalimantan Timur, Gubernur Minta Hilangkan Ego Kesukuan

Motivasi dan imbauan Isran Noor sangat beralasan. Agar seluruh komponen masyarakat merasa memiliki tanggung jawab dan kewajiban yang sama

Pelantikan Dewan Adat Dayak Kalimantan Timur, Gubernur Minta Hilangkan Ego Kesukuan
HUMASPROV KALTIM/SYAIFUL ANWAR
Gubernur Kaltim Isran Noor menyalami pengurus Dewan Adat Dayak Kalimantan Timur (DADKT) usai acara pelantikan mereka dilanjutkan dengan Rakerda di Pendopo Odah Etam, Kompleks Kantor Gubernur Kaltim, Samarinda, Sabtu (1/2/2020). G 

SAMARINDA - Kalimantan Timur sudah dikenal sebagai provinsi yang aman dan damai. Namun, perlu dilakukan upaya-upaya bersama agar keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap terjaga.

Walaupun saat ini diakui Gubernur Isran Noor, Kaltim disebut juga Benua Etam ini terdiri dari berbagai asal usul suku, adat, golongan dan agama, ternyata penduduk asli (lokal) dari suku Dayak, Kutai dan Banjar berjumlah minoritas.

"Biarpun berbagai macam suku bangsa, ini harus dijaga. Tidak ada yang merasa lebih memiliki. Hilangkan ego kesukuan. Semua harus bersama pelihara kamtibmas," katanya saat Pelantikan dan Silaturahmi Dewan Adat Dayak Kalimantan di Pendopo Odah Etam, Sabtu (1/2/2020).

Motivasi dan imbauan Isran Noor sangat beralasan. Agar seluruh komponen masyarakat merasa memiliki tanggung jawab dan kewajiban yang sama dalam menciptakan kedamaian daerah.

Terlebih sekarang ini sudah memasuki tahapan-tahapan pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak di Indonesia. Sesuai agenda nasional dan Kaltim ikut memeriahkannya, tepatnya pada September mendatang.
Khusus Kaltim ada 9 dari 10 daerah yang akan menyelenggarakan pesta demokrasi.

Yakni pemilihan bupati/wakil bupati di 6 kabupaten dan walikota/wakil walikota di 3 kota. Enam kabupaten itu adalah Paser dan Berau, Kutai Kartanegara, Kutai Timur, Kutai Barat dan Mahakam Ulu. Sedangkan kotanya adalah Bontang, Samarinda dan Balikpapan.

Isran menyadari setiap memasuki pelaksanaan pilkada, kondisi daerah agak berbeda, khususnya suhu politik di tengah masyarakat. Karena itu, dirinya sangat berharap masyarakat bisa menahan diri atau tidak mudah terpancing situasi yang tidak diketahui pasti.

"Pilkada pasti ada beda pilihan. Masing-masing punya jago dan calon yang diunggulkan. Tapi jangan jadi pemecah masyarakat," harapnya.

Karenanya, masyarakat harus selektif jika menerima informasi dan tidak mudah percaya dengan isu yang diterima dari sumber yang tidak bertanggungjawab.

"Sekarang ini eranya digital atau media sosial. Berita-berita cepat tersampaikan di masyarakat melalui internet. Hati-hati dan jangan mudah terombang-ambing informasi tidak jelas dari pihak yang tidak bertanggungjawab. Kaltim sudah aman. Jangan mau dipecah-belah," pesan Isran.

Gubernur mengingatkan beda pilihan itu hal wajar sebagai tanda demokrasi telah berjalan. Tapi jangan hanya gara-gara beda pilihan, masyarakat berkonflik dan Kaltim jadi rusuh.

Kalau kita ribut bekelahian, kita jua yang rugi. Makanya, baik kita damai-damai aja, supaya hidup kita aman damai juga. Siapa pun yang terpilih harus amanah," ujarnya. (yans/sul/adv)

Editor: Achmad Bintoro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved