Uang Palsu Ramai Beredar di Kabupaten Berau, Sat Reskrim Polres Berau Lakukan Ini

Sejumlah pemilik toko mengeluhkan adanya beredar uang palsu di wilayah kabupaten Berau. Informasi peredaran uang palsu itupun ramai di media sosial

Uang Palsu Ramai Beredar di Kabupaten Berau, Sat Reskrim Polres Berau Lakukan Ini
Tribunkaltim.co, Ikbal Nurkarim
Kasat Reskrim Polres Berau AKP Rengga Puspo Saputro saat melakukan rilis beberapa waktu lalu 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB - Sejumlah pemilik toko mengeluhkan adanya beredar uang palsu di wilayah kabupaten Berau. Informasi peredaran uang palsu itupun ramai di media sosial dan banyak di shere netizen.

Kasat Reskrim Polres Berau AKP Rengga Puspo Saputro yang ditemui TribunKaltim.co, Kamis (6/2/2020) mengatakan telah melakukan penyelidikan dan memintai keterangan korban uang Palsu tersebut.

"Kita sudah dapat informasi dari masyarakat dan dilakukan cross check yang mendapatkan uang palsu yaitu di counter sama di warung," kata AKP Rengga Puspo Saputro.

"Hasil penyelidikan kami pelaku ini mengedarkan uang palsu pecahan Rp 100 ribu hanya beberapa lembar," kata AKP Rengga Puspo Saputro.

AKP Rengga Puspo Saputro menjelaskan dalam penyelidikan tersebut, korban tak langsung megidentifikasi bahwa yang diterima adalah uang palsu.

"Nanti berapa hari baru korban tahu bahwa yang diterimanya itu uang palsu jadi kita susah mengindikasi pelakunya, juga korban tak mengetahui ciri-ciri pelakunya, jadi hambatan kita disitu," ungkap AKP Rengga Puspo Saputro.

Baca Juga;

Kabur Usai Lecehkan Tiga Putri Kandungnya Sekaligus, Pria di Balikpapan Jadi Buronan Polisi

Wabah Virus Corona Harga Masker N95 Naik, di Bontang Harga Sekotak Capai Rp 1,5 Juta

Polsek Anggana Meringkus Pasangan Suami Istri Pengedar Narkoba di Kukar, Simpan 12 Poket Sabu

Draft Jadwal Pertandingan Borneo FC Samarinda,Laga Perdana Liga 1 2020 Bertandang ke Persija Jakarta

AKP Rengga Puspo Saputro mengatakan jika pelakunya tertangkap maka dapat dijerat pasal 245 KUHP dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

"Kita mengimbau masyarakat kalau bisa yang bertransaksi dalam jumlah yang besar mungkin dibutuhkan alat scanning mata uang kertas,

"Tapi kalau mungkin yang warung warung kecil dapat teliti dengan cara dilihat diraba, diterawang sesui ciri-ciri uang yang disampai BI," tuturnya. (TribunKaltim.co/Ikbal Nurkarim)

Penulis: Ikbal Nurkarim
Editor: Mathias Masan Ola
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved