Berita Pemprov Kalimantan Timur

15 Warga Kaltim di Natuna, Sabani: Mereka Tidak Terserang Virus Hanya Wajib Karantina 14 Hari

Biro Humas dan Dinas Kominfo Kaltim bersama wartawan dan media massa agar dapat menyampaikan informasi yang benar

15 Warga Kaltim di Natuna, Sabani: Mereka Tidak Terserang Virus Hanya Wajib Karantina 14 Hari
Tribunkaltim.co, Purnomo Susanto
Staf Ahli Gubernur Kaltim, HM Sabani 

SAMARINDA - Staf Ahli Gubernur HM Sa’bani menegaskan penyebaran informasi kepada masyarakat terkait perkembangan wabah virus corona harus diperhatikan. Jangan sampai masyarakat panik.

Menjadi tugas Biro Humas dan Dinas Kominfo Kaltim bersama wartawan dan media massa agar dapat menyampaikan informasi yang benar dan menangkal penyebaran hoaks.

“Selain perlu upaya lintas sektor, seperti kesehatan, perhubungan, imigrasi, keamanan, dan lainnya, penyebaran informasi juga harus masif kepada masyarakat,” kata Sa’bani di Kantor Gubernur, Kamis (6/2/2020).

Informasi yang disajikan semestinya terkait pencegahan maupun perkembangan virus corona yang sebenar-benarnya, agar masyarakat mendapat informasi yang akurat, sekaligus menangkal berita atau kabar hoaks yang beredar di masyarakat.

“Karena ketidaktahuan informasi ini bisa menyebabkan kepanikan di masyarakat,” sambung Sa’bani.

Terkait 15 warga Kaltim yang sedang dikarantina di Kepulauan Natuna, Sa'bani meminta masyarakat tetap tenang dan tidak panik. Warga Kaltim itu tidak terinfeksi virus corona. Mereka hanya wajib melalui masa observasi dan karantina selama 14 hari, setelah dipulangkan dari negara Cina.

“Semua negara mengevakuasi warganya dari Cina, terutama daerah suspect di Wuhan, demikian halnya Indonesia. Dari evakuasi WNI tersebut terdapat 15 warga Kaltim. Mereka sekarang dikarantina di Kepulauan Natuna. Tentu tidak selamanya ada di Natuna. Karena orang tuanya ada di sini. Kita harus mengantisipasi agar mereka bisa pulang kembali ke Kaltim,” jelas Sa’bani.

Pemprov Kaltim bersama pemerintah kabupaten/kota serta kementerian/lembaga terus bersinergi agar virus corona ini tidak masuk ke Kaltim.

Apalagi Kaltim mempunyai pintu gerbang masuk yang cukup banyak (bandar udara dan pelabuhan), sehingga harus diwaspadai. Demikian halnya untuk objek wisata dan perusahaan yang memperkerjakan WNA khususnya dari Cina. (her/sul/adv)

Editor: Achmad Bintoro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved