Berita Pemprov Kalimantan Timur

29 Kantor Pemprov Kaltim Akan Gunakan Panel Surya, Nazrin: Hemat 30 Persen, Patut Kita Dukung

Dalam sistem ini, jaringan listrik PLN akan tetap terpasang, listrik dari panel surya akan mengurangi beban penggunaan listrik PLN.

29 Kantor Pemprov Kaltim Akan Gunakan Panel Surya, Nazrin: Hemat 30 Persen, Patut Kita Dukung
HUMASPROV KALTIM/SAMSUL ARIFIN
Kepala Biro Ekonomi Setdaprov Kaltim, H Nazrin usai menyaksikan penandatanganan Perjanjian Sewa Fasilitas Panel Surya Fotovoltaik antara PT Surya Utama Nuansa (SUN) dengan PT Ketenagalistrikan Kalimantan Timur (perusda) di Sinar Mas Tower 2 Thamrin, Jakarta, Kamis (6/2/2020). 

JAKARTA – Kaltim akan mendorong pemanfaatan panel surya dalam pemenuhan kebutuhan listrik masa depan.

Para pengguna listrik, nantinya akan berhemat hingga 30 persen, dibanding jika mereka hanya menggunakan aliran listrik dari PLN (Perusahaan Listrik Negara).

Untuk tahap awal, setidaknya sudah terdata 29 gedung kantor perangkat daerah (dinas/badan) di lingkungan Pemprov Kaltim yang akan segera dipasang sistem panel surya ini, dari 40 kantor perangkat daerah yang disurvei.

“Rencana ini perlu kita dukung, karena ini bersinergi dengan program nasional untuk penggunaan energi baru terbarukan. Kita sudah dengarkan paparan mereka dan juga sudah melihat langsung di lapangan bagaimana mereka bekerja,” kata Kepala Biro Ekonomi Setdaprov Kaltim, H Nazrin usai menyaksikan penandatanganan Perjanjian Sewa Fasilitas Panel Surya Fotovoltaik antara PT Surya Utama Nuansa (SUN) dengan PT Ketenagalistrikan Kalimantan Timur (perusda) di Sinar Mas Tower 2 Thamrin, Jakarta, Kamis (6/2/2020).

Model kerja sama ini lanjut Nazrin, tidak akan membebani daerah dan perusda. Pasalnya, seluruh investasi pemasangan hingga perawatan panel surya dan seluruh kelengkapannya menjadi beban PT SUN. Mereka hanya akan menghitung beban sewa dari penggunaan panel surya tersebut.

Apalagi, rencana pembangunan IKN sudah ditegaskan juga akan memanfaatkan energi terbarukan yang ramah lingkungan, bukan lagi mengandalkan energi fosil.

“Energi fosil sulit dan mahal, termasuk untuk urusan distribusinya. Oleh sebab itu, penggunaan panel surya ini menjadi alternatif yang baik. Ini juga bagus dikembangkan ke daerah-daerah pedalaman dan perbatasan,” tambah Nazrin.

Dirut PT Kenagalistrikan Kalimantan Timur, Abdurahman Chered mengatakan kerja sama ini sangat mungkin diterapkan karena akan sangat menguntungkan bagi Kaltim.

Menurutnya, sejak dulu, rencana pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) selalu terkendala dana investasi. Termasuk sejumlah investor yang sebelumnya sudah mengaku tertarik untuk berinvestasi di bidang panel surya ini.

“Kerja sama ini akan sangat menguntungkan, karena mereka (PT SUN) yang akan membangun dan memelihara semua peralatan panel surya mereka, sementara kita hanya membayar sewa panel surya itu dengan hitungan menyesuaikan kwh (pemakaian listrik),” papar Abdurahman Chered.

Halaman
12
Editor: Achmad Bintoro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved