Berita Pemprov Kalimantan Utara

Berperan Jaga Keseimbangan Alam, Gubernur Kaltara Ajak Semua Pihak Lindungi Lahan Gambut

Disebutkan, tidak semua wilayah memiliki lahan gambut. Dan di Kalimantan, termasuk di Kaltara termasuk wilayah yang memilikinya.

Berperan Jaga Keseimbangan Alam, Gubernur Kaltara Ajak Semua Pihak Lindungi Lahan Gambut
HUMASPROV KALTARA
Grafis Perusahaan di Kaltara Peraih Sertifikat PROPER (Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan Dalam Pengelolaan Lingkungan) dari Kementerian KLH. 

TANJUNG SELOR - Bertempat di Gedung Bandiklat Kabupaten Bulungan, Kamis (6/2/2020), Gubernur Kalimantan Utara Dr H Irianto Lambrie membuka Rapat Koordinasi (Rakor) serta sosialisasi perlindungan dan pengelolaan lahan gambut bagi perusahaan peserta proper di Kaltara.

Dalam kesempatan itu, Gubernur mengajak seluruh masyarakat untuk peduli dan menjaga lingkungan.

Berbicara lahan gambut, kata Irianto, ada hal penting yang perlu dipahami. Utamanya terkait dengan kerusakan ekosistem.

Disebutkan, tidak semua wilayah memiliki lahan gambut. Dan di Kalimantan, termasuk di Kaltara termasuk wilayah yang memilikinya.

“Lahan gambut berperan penting terhadap keseimbangan alam. Salah satunya berpengaruh terhadap ketersediaan karbon. Dari situ saya mengajak kepada kita semua, untuk menjaga lahan gambut. Kita akui, kondisi lahan gambut sudah banyak yang rusak, akibat terjadinya kebakaran lahan dan hutan. Yang masih ada mari kita jaga, kita lestarikan, dan kelola dengan baik,” ungkap Irianto.

Dalam menjaga lingkungan, menurut Gubernur, hal terpenting yang dibutuhkan adalah komitmen. Dengan adanya komitmen yang kuat untuk menjaga lingkungan, diyakini kelestarian lingkungan akan terus terjaga.

“Mari kita jaga bumi ini, atau paling tidak, jaga lingkungan sekitar kita. Ingat, kerusakan ekosistem berdampak pada kerusakan alam, yang akan menyebabkan terjadinya bencana!” tegasnya.

Lebih jauh Irianto mengungkapkan, makhluk hidup yang ada di bumi ini, diciptakan oleh Allah, Tuhan Yang Maha Esa memiliki hubungan saling ketergantungan antara satu dan lain. Manusia, hewan dan tumbuh-tumbuhan misalnya. Ketiganya saling tergantung untuk hidup.

“Makhluk hidup yang pertama diciptakan di dunia adalah tumbuh-tumbuhan, kemudian binatang dan ketiga manusia. Kenapa tumbuh-tumbuhan lebih dahulu, kenapa tidak manusia? Karena kalau manusia terlebih dahulu diciptakan, tidak akan hidup. Ini membuktikan bahwa manusia sayang tergantung kepada tumbuh-tumbuhan untuk bisa hidup,” urai Gubernur memberikan gambaran terkait kehidupan.

Dari ilustrasi sejarah yang dibeberkan Gubernur, disimpulkan bahwa menjadi hal yang sangat penting bagi manusia untuk menjaga kelestarian lingkungan. Artinya, jika lingkungan rusak, tumbuh-tumbuhan mati, binatang tidak ada, manusia pun tidak bisa hidup.

Halaman
12
Editor: Achmad Bintoro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved