Analis Intelejen Ingatkan Ada Agenda Khusus Pihak yang Buat Propaganda Kepulangan WNI Eks ISIS

Analis intelejen ingatkan ada agenda khusus pihak yang buat propaganda kepulangan WNI Eks ISIS

AFP/Delil Souleiman
Anggota ISIS berserta istri dan anak-anak mereka keluar dari desa Baghouz di provinsi Deir Ezzor, Suriah timur, Kamis (14/3/2019). 

TRIBUNKALTIM.CO - Analis intelejen ingatkan ada agenda khusus ihak yang buat propaganda kepulangan WNI Eks ISIS 

Wacana kepulangan WNI eks ISIS menguat beberapa waktu belakangan .

Pro dan kontra muncul setelah  ada rencana pemulangan ratusan WNI eks ISIS yang kini berada di pengungsian . 

Analis Intelijen dan Terorisme Universitas Indonesia, Stanislaus Riyanta mengatakan ada agenda khusus dari pihak tertentu yang membuat propaganda terkait rencana pemulangan 600 anggota ISIS ke Indonesia.

"Propaganda untuk memulangkan 600 anggota ISIS asal Indonesia ini juga patut diwaspadai adalah sebuah agenda khusus dari pihak tertentu," kata Stanislaus Riyanta saat dihubungi, Minggu (9/2/2020).

Pada saat ini, kata Stanislaus Riyanta, para pengungsi eks anggota ISIS termasuk asal Indonesia berada di tiga penampungan, yaitu Al Roj, Al Hol, dan Ainisa yang berada di Suriah.

 Lontarkan Pendapat Pribadi Sebelum Ratas, Gus Nadir Kritik Sikap Jokowi Soal Pemulangan WNI eks ISIS

 Jokowi tak Mau Pulangkan WNI Eks ISIS, Gus Nadir : Saya Ngga Paham dengan Pernyataan Presiden

 Soal Pemulangan WNI Eks ISIS, Pengamat Soroti Status Kewarganegaraan: Kenapa Kita Harus Pusing?

 Pengamat Terorisme Sebut Pemulangan WNI Eks ISIS Berikan Manfaat bagi Indonesia, Ini Alasannya

Untuk mengurus dan membiayai pengungsian, menurut dia, tidak mudah dan memakan biaya yang cukup besar.

"Tentu saja cara-cara seperti propaganda isu kemanusiaan dan HAM menjadi masuk akal agar negara-negara yang menjadi asal dari anggota ISIS tersebut tergerak untuk mengurus pengungsian sehingga beban bagi kamp pengungsian menjadi lebih ringan," kata dia.

Stanislaus Riyanta menilai, apabila pemindahan Warga Negara Indonesia (WNI) yang sudah bergabung dengan ISIS terealisasi, maka hal tersebut berarti memindahkan sumber ancaman dari Timur Tengah ke Indonesia.

Belakangan, untuk menarik minat dari negara asal untuk memulangkan warga negara, orang-orang yang sudah bergabung dengan ISIS membuat video pengakuan.

Halaman
1234
Editor: Januar Alamijaya
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved