Perempuan Dayak Tinggalkan Budaya Kuping Panjang, Simbol Kecantikan Ini Terancam Punah

Mayoritas perempuan Dayak kini mulai meninggalkan kuping panjang seiring perkembangan zaman.

Perempuan Dayak Tinggalkan Budaya Kuping Panjang, Simbol Kecantikan Ini Terancam Punah
TRIBUNKALTIM.CO/CAHYO WICAKSONO PUTRO
ILUSTRASI - Penduduk Desa Budaya Lekaq Kidau, Kecamatan Sebulu, 

TRIBUNNKALTIM.CO - Bagi perempuan Suku Dayak di Kalimantan Timur, memanjangkan kuping menggunakan banyak anting adalah simbol kecantikan.

Semakin panjang kuping seorang perempuan dayak, maka ia semakin cantik. Sayangnya, tradisi kuping panjang ini perlahan punah.

Mayoritas perempuan Dayak kini mulai meninggalkan kuping panjang seiring perkembangan zaman.

Kini perempuan Dayak generasi milenial tak lagi menggunakan tradisi ini.

Tipung Ping (baju motif bunga merah) dan Kristina Yeq Lawing (baju biru) saat diwawancarai Kompas.com, Rabu (5/2/2020). (KOMPAS.com/ZAKARIAS DEMON DATON)
Tipung Ping (baju motif bunga merah) dan Kristina Yeq Lawing (baju biru) saat diwawancarai Kompas.com, Rabu (5/2/2020). (KOMPAS.com/ZAKARIAS DEMON DATON) (Kompas.com)

Kompas.com menemui dua perempuan Dayak Bahau asal Kampung Long Isun, Kecamatan Long Pahangai, Kabupaten Mahakam Ulu, Kalimantan Timur, yang masih mempertahankan tradisi ini pekan lalu.

Tak Cuma Cantik dan Tinggi Semampai, Desti Ayu Damayanti Curhat Jadi Model Butuh Kerja Keras

Balikpapan Fashion Week 2020 yang Pertama & Terbesar di Kalimantan, Keragaman Budaya Jadi Inspirasi

Segarnya Susu Sapi Rasa Buah Ala Lele Susu, Hanya Ada di Setiap Event Ya, Jangan sampai Ketinggalan!

Tahun ini TNI AD Butuh 17.264 Prajurit, Warga Perbatasan dan Pulau Terluar Punya Kesempatan

Keduanya adalah Tipung Ping (69) dan Kristina Yeq Lawing (71).

Sebagai generasi angkatan 1950-an, dua nenek ini masih memegang teguh tradisi kuping panjang sebagai simbol kecantikan.

"Mama saya bikin lubang sejak usia tiga tahun. Semakin usai bertambah, anting diperbanyak di telinga," kata Kristina Yeq Lawing saat ditemui Kompas.com di Samarinda, Rabu (5/2/2020).

Kristina mengaku telinganya dilubangi oleh ibunya dengan kayu. Setelah cupingnya ditusuk, baru diikat kain hitam. Setelah sembuh, lalu diberi anting.

Awalnya satu, kemudian ditambah dua, tiga dan seterusnya. Lama kelamaan anting yang dipasang terus bertambah hingga Kristina menginjak usai 71 tahun.

Halaman
123
Editor: ade mayasanto
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved