Preman Kampung di Samarinda Menakuti Warga dengan Korek Api Berbentuk Pistol, Begini Nasibnya

Dua preman kampung di Samarinda diringkus di Jalan Kemakmuran. Preman itu menakuti warga dengan korek api berbentuk pistol pada Minggu (9/2/2020)

Preman Kampung di Samarinda Menakuti Warga dengan Korek Api Berbentuk Pistol, Begini Nasibnya
Tribunkaltim.co, Budi Dwi Prasetyo
Unit 901 Sat Sabhara Polresta Samarinda, yang saat itu sedang berpatroli mengamankan dua pria yang membuat keributan , yakni Ba (50) dan Uu (54), Senin (10/2/2020) 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Dua preman kampung di Samarinda diringkus di Jalan Kemakmuran. Preman itu menakuti warga dengan korek api berbentuk pistol pada Minggu (9/2/2020) kemarin sekitar pukul 16.30 Wita.

Kejadian tersebut bermula saat Unit 901 Sat Sabhara Polresta Samarinda mendapatkan laporan, adanya dua pria yang membuat keributan, yakni Ba (50) dan Uu (54).

Atas laporan tersebut, kemudian anggota Sat Sabhara langsung menuju ke TKP dan langsung mengamankan keduanya.

Berdasarkan informasi kedua preman pada saat itu sedang mengendarai sepeda motor dengan kondisi mabuk minuman keras, lalu menyenggol mobil taksi online.

Saat keduanya terjatuh tiba-tiba pelaku mengacungkan korek api berbentuk pistol kepada pemilik warung serta pemilik bengkel di sekitar.

Kemudian Unit 901 Sat Sabhara Polresta Samarinda, yang saat itu sedang berpatroli rutin pun tiba dan langsung mengamankan keduanya, untuk dibawa ke Polsek Sungai Pinang, guna proses selanjutnya.

Baca Juga;

BREAKING NEWS PMII Gelar Demonstrasi Kenaikan Tarif BPJS Kesehatan, Sudah 3 Kali Naik Iuran

HUT Kota Balikpapan, Gubernur Isran Noor Dukung Kota Ini jadi Penyangga Ibu Kota Negara Indonesia

Mantan Anggota DPRD Kalimantan Timur Ditetapkan Tersangka, Terima Suap dari Pemilik LPK Rp 100 Juta

Welcome Back Tibo! Titus Bonai Kembali Jadi Pemain Borneo FC Samarinda

Kanit Reskrim Polsek Sungai Pinang, Iptu Fahrudi saat dikonfirmasi Senin (10/2/20) mengatakan setelah adanya informasi tersebut pihaknya langsung, mencari sopir online tersebut, tetapi saat di TKP yang bersangkutan tidak ada.

"Kami sudah cari sopirnya, tetapi tidak ketemu dan dia juga tidak keberatan." ucapnya

Karena untuk pistol mainan atau pistol korek tersebut tidak ada pasal, sehingga saat ini kedua preman tersebut hanya ditahan 1x24 jam.

"Selama tidak ada pengaduan, ya tidak bisa diproses dan kalau pun ada, ya kerugian harus di atas Rp 2,5 juta," ungkapnya.

Penulis: Budi Dwi Prasetiyo
Editor: Mathias Masan Ola
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved