Mini Ranch di Desa Jonggon Jaya, Loa Kulu Dapat Meningkatkan Produksi Daging, Ini Kata Sekda Kukar
Pemerintah Kutai Kartanegara mengapresiasi program mini ranch yang diberikan PT MHU. Hal tersebut diutarakan oleh Sekda Kukar Sunggono
Penulis: Jino Prayudi Kartono | Editor: Mathias Masan Ola
TRIBUNKALTIM.CO, TENGGARONG - Pemerintah Kutai Kartanegara mengapresiasi program mini ranch yang diberikan PT Multi Harapan Utama ( MHU ). Hal tersebut diutarakan oleh Sekda Kukar Sunggono, Selasa (11/2/2020).
Menurutnya perusahaan yang ada di Kutai Kartanegara ini tidak harus terus menerus memberikan csr berupa bantuan amal saja.
Sunggono menegaskan semua perusahaan yang ada di Kukar harus memberikan program bantuan untuk meningkatkan roda perekonomian suatu daerah.
Sunggono pun optimistis dengan adanya konsep mini ranch ini dapat meningkatkan produksi daging sapi yang ada di Kukar.
Namun ia tidak menyarankan semua perusahaan mengadakan berupa peternakan. Bisa saja perusahaan mengembangkan CSR melalui pertanian ataupun perkebunan.
"Harapannya bisa memenuhi kebutuhan untuk IKN nanti. Harapannya semua perusahaan bisa ikut dengan konsep ini. Karena tidak semua sama seperti ini. Perusahaan-perusahaan ini memiliki kondisi daerah masyarakat yang berbeda," ucap Sunggono.
Baca Juga;
Kabar Buruk Bonek, Rekan Makan Konate Jadi Tumbal Kemenangan Persebaya Surabaya atas Persik Kediri
Menteri BUMN Erick Thohir Ditelepon Bos Inter Milan, Mau Beli 2 Juta Masker di Indonesia untuk China
Inilah Kebijakan Nadiem Makarim yang Dinilai Buat Gaduh, Masuk 5 Menteri Perlu Diganti Versi IPO
Bakal Jadi Calon Istri Atta Halilintar, Kebiasaan Buruk Aurel Suka Keluar Malam Dibongkar Ashanty
Berita sebelumnya PT. Multi Harapan Utama ( MHU ) memiliki tanggung jawab untuk merestorasi lubang tambang yang mereka buat. Salah satu upaya merestorasi lahan eks tambang adalah dengan mengalih fungsi menjadi lahan peternakan atau mini ranch
Salah satu contohnya adalah wilayah desa Jonggon Jaya, Kecamatan Loa Kulu Kutai Kartanegara. Tribunkaltim.co diajak ke lokasi mini ranch tersebut, Selasa (11/2/2020).
Sekitar 30 km dari Tenggarong rombongan menuju desa Jonggon. Lahan perkebunan, pertanian dan pemukiman warga terlihat saat melintas menuju lokasi yang dituju.
Sekitar 40 menit rombongan tiba di kawasan mini ranch. Kawasan peternakan yang dikelola Jayatama ini memiliki luasan sekitar 10 hektare.
Luas lahan tersebut baru program pertama. Dirut PT. MHU Andrew Hidayat mengatakan ada tiga kawasan yang akan dijadikan peternakan. Sekitar 250 hektar kawasan Eks Tambang batu bara di kawasan tersebut dijadikan peternakan.
Baca Juga;
Sidang Perdana Pembunuhan Berencana, Istri Bakar Suami & Anak, Aulia Kesuma Terancam Hukuman Mati
Robert Rene Alberts Bakal Pasang Fabiano Beltrame di Posisi Baru Saat Persib Bertemu Barito Putera
Titus Bonai Mulai Latihan Bersama Tim, Manajemen Borneo FC Samarinda Berharap Lini Depan Makin Tajam
"Ini kita lihat dulu jika berhasil akan kita luaskan," kata Andrew Hidayat. Para sapi digembalakan di lahan yang cukup luas. Sehingga para sapi dapat bergerak bebas dan minim stres.
Menurutnya tidak menutup memungkinkan area mini ranch itu dijadikan kawasan pariwisata. Dari informasi yang didapat oleh manajemen, masyarakat maupun wisatawan boleh melihat para peternak memelihara sapi.
Hari ini juga dilakukan peletakan batu pertama secara simbolis oleh bupati Kutai Kartanegara yang diwakili Sekda Sunggono. Acara mulai pukul 09.00 sampai 12.00 WITA. Para tamu undangan dihibur dengan penampilan musik. (jnp)