News Video
NEWS VIDEO PT. MHU Sulap Lahan Eks Tambang Jadi Peternakan di Desa Jonggon Jaya
Sekitar 30km dari kota Tenggarong rombongan menuju desa Jonggon. Lahan perkebunan, pertanian dan pemukiman warga terlihat saat melintas menuju lokasi
TRIBUN KALTIM.CO- Puluhan hingga ratusan lubang tambang di wilayah Kutai Kartanegara (Kukar). Lubang tambang menjadi permasalahan lingkungan di Kukar.
Namun PT. Multi Harapan Utama (MHU) memiliki tanggung jawab untuk merestorasi lubang tambang yang mereka buat. Salah satu upaya merestorasi lahan eks tambang adalah dengan mengalih fungsi menjadi lahan peternakan atau mini ranch
Salah satu contohnya adalah wilayah desa Jonggon Jaya, Kecamatan Loa Kulu Kutai Kartanegara. Tribunkaltim.co diajak pihak rombongan bersama awak media lainnya ke lokasi mini ranch tersebut, Selasa (11/2/2020).
Sekitar 30km dari kota Tenggarong rombongan menuju desa Jonggon. Lahan perkebunan, pertanian dan pemukiman warga terlihat saat melintas menuju lokasi yang dituju.
Sekitar 40 menit rombongan tiba di kawasan mini ranch. Kawasan peternakan yang dikelola Jayatama ini memiliki luasan sekitar 10 hektar.
Luas lahan tersebut baru program pertama. Dirut PT. MHU Andrew Hidayat mengatakan ada tiga kawasan yang akan dijadikan peternakan. Sekitar 250 hektar kawasan Eks tambang di kawasan tersebut dijadikan peternakan.
"Ini kita lihat dulu jika berhasil akan kita luaskan," kata Andrew Hidayat. Para sapi digembalakan di lahan yang cukup luas. Sehingga para sapi dapat bergerak bebas dan minim stres.
Menurutnya tidak menutup memungkinkan area mini ranch itu dijadikan kawasan pariwisata. Dari informasi yang didapat oleh manajemen, masyarakat maupun wisatawan boleh melihat para peternak memelihara sapi.
Hari ini juga dilakukan peletakan batu pertama secara simbolis oleh bupati Kutai Kartanegara yang diwakili Sekda Sunggono. Acara mulai pukul 09.00 sampai 12.00 WITA. Para tamu undangan dihibur dengan penampilan musik.(*)