Gelar Perkara Penghina Walikota Risma Sudah Rampung, Begini Kata Polisi Soal Nasib Zikria Dzatil

Polrestabes Surabaya telah merampungkan gelar perkara kasus penghinaan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini yang dilakukan Zikria Dzatil

KOMPAS.COM/GHINAN SALMAN
NASIB PENGHINA RISMA - Zikria Dzatil, tersangka pemghina Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini memberikan keterangan di Mapolrestabes Surabaya, Senin (3/2/2020). 

Di dalam foto tersebut, akun Zikria juga turut menuliskan status yang dianggap menghina wali kota perempuan pertama di Surabaya itu.

Unggahan Zikria di Facebook itu membuat sebagian warga Kota Surabaya murka.

Tak terima dengan unggahan itu, pada Selasa (21/1/2020), Pemerintah Kota Surabaya melalui kepala bagian hukum melaporkan pemilik akun kepada polisi, atas dugaan penghinaan terhadap Risma.

Kepala Bagian Hukum Pemkot Surabaya Ira Tursilowati menerima langsung kuasa dari Risma.

• Amarah Bonek Memuncak, Suporter Persebaya Ini Bakal Basmi Gangster Demi Jaga Kota Surabaya

• Move On dari Persebaya Surabaya Pemain Idola Bonek Andik Vermansah Nyaman di Bhayangkara FC

Warga Surabaya yang tak terima dengan penghinaan itu juga sempat melakukan demonstrasi di Mapolrestabes Surabaya pada Jumat (24/12020).

Puluhan orang yang mengatasnakan Forum Arek Suroboyo ini mendesak polisi untuk menindak tegas akun Zikria Dzatil yang dianggap telah menghina Risma.

Kepala Bagian Humas Pemkot Surabaya Febriadhitya Prajatara mengatakan, laporan tersebut dilakukan atas desakan masyarakat.

”Inisiatif ini diambil karena melihat keresahan di masyarakat, baik melalui media sosial, maupun yang menghubungi langsung jajaran Pemkot Surabaya,” kata Febri.

Sakit hati Anies dibully

Polisi pun menangkap Zikria pada Sabtu (1/2/2020) di rumahnya, di kawasan Kelurahan Katulampa, Bogor, Jawa Barat.

Zikria ditetapkan sebagai tersangka atas pelanggaran terhadap Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

wali kota Surabaya Tri Rismaharini dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kerap dibandingkan dalam beberapa persoalan, terutama dalam penanganan banjir di Jakarta dan Surabaya.

Kepada polisi, Zikria Dzatil mengaku bahwa unggahan bernada hinaan yang ditulis di akun Facebook itu didasari rasa sakit hati, karena Anies kerap dibully di media sosial, lantaran peristiwa banjir di Jakarta.

”Di medsos, netizen banyak membandingkan penanganan banjir oleh Gubernur Anies Baswedan dan wali kota Risma. Sehingga, yang bersangkutan sakit hati dan akhirnya mem-bully wali kota Surabaya,” ujar Kepala Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Surabaya AKBP Sudamiran.

Zikria mengaku khilaf dan menyesali perbuatannya.

Sambil menangis tersedu-sedu, Ibu tiga anak itu mengaku tidak memiliki masalah dengan Risma.

Ia pun meminta maaf secara terbuka kepada Risma dan warga Kota Surabaya.

”Saya Zikria sangat menyesali apa yang saya lakukan ini, karena pada dasarnya saya tidak pernah berniat menghina Bunda Risma,” ujar Zikria.

Alasan Risma melaporkan pemilik akun Risma mengatakan, ia secara pribadi melaporkan pemilik akun yang telah menghina dirinya di Facebook kepada polisi.

Menurut Risma, unggahan yang ditulis oleh Zikria Dzatil dianggap telah menghina orangtuanya.

"Saya enggak pengin orangtua saya direndahkan," ucap Risma.

Meski demikian, Risma mengatakan bahwa ia telah memaafkan pemilik akun Zikria Dzatil yang diduga telah menghinanya di Facebook.

"Saya maafkan yang bersangkutan, saya sebagai manusia, Beliau juga manusia. Kalau dia sudah minta maaf, maka saya wajib memberikan maaf," kata Risma.

Zikria Dzatil, pengolok Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini di media sosial Facebook saat digiring ke Mapolrestabes Surabaya, Senin (3/2/2020).i
NASIB PENGHIAN RISMA - Zikria Dzatil, pengolok Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini di media sosial Facebook saat digiring ke Mapolrestabes Surabaya, Senin (3/2/2020).i (Surya/Firman Rachmanudin)

Ajukan penangguhan penahanan

Zikria Dzatil mengaku ingin bertemu secara langsung dengan Risma, jika permohonan penangguhan penahanannya dikabulkan.

Zikria mengajukan permohonan penangguhan penahanan, karena beralasan masih memiliki anak balita.

Suami Zikria, Daru, bersama kuasa hukum Zikria, Avent Dio Randy, telah mendatangi Kantor Bagian Umum Pemkot Surabaya untuk meminta izin agar bisa bertemu dengan Risma.

Daru juga menuliskan surat untuk Risma.

Dalam surat itu, Daru menceritakan kondisi anak-anaknya setelah Ibu mereka ditahan.

Risma cabut laporan

Pada Jumat (7/2/2020), Tri Rismaharini resmi mencabut laporan polisi kepada tersangka penghinanya Zikria Dzatil.

Kepala Bagian Hukum Pemerintah Kota Surabaya Ira Tursilowati mengantar langsung surat pencabutan laporan tersebut ke Polrestabes Surabaya.

"Perihal surat itu adalah permohonan pencabutan pengaduan dan pelaporan. Inti surat itu adalah pencabutan laporan," kata Ira, Sabtu (8/2/2020).

Pencabutan laporan, menurut Ira, merupakan tindak lanjut surat permohonan maaf yang dikirimkan dua kali oleh Zikria kepada Risma.

"Pada intinya, karena sudah ada permohonan maaf dari yang bersangkutan, makanya Bu Wali mengajukan surat pencabutan laporan ini," kata Ira.

Pencabutan laporan tersebut juga menjadi penanda selesainya persoalan Risma dengan Zikria.

Belum tentu bebas

Meski Risma sudah mencabut laporan, Zikria belum pasti bebas dari tahanan.

Sebab, meski laporan sudah dicabut, polisi belum mengeluarkan Surat Penghentian Penyidikan dan Penuntutan (SP3).

Hingga saat ini, Zikria pun masih berstatus sebagai tahanan Mapolrestabes Surabaya.

"Ya, yang bersangkutan masih ditahan, kita tunggu sampai SP3 keluar," ujar Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Sudamiran di Surabaya, Minggu (9/2/2020).

Kelanjutan kasus penghinaan terhadap wali kota Surabaya itu akan ditentukan setelah penyidik selesai melakukan gelar perkara.

• Penyebab Gerakan Bonek vs Gangster di Surabaya Muncul, Warga Resah, Ternyata Ada Ulah Geng Pelajar

• 5 Fakta Bonek vs Gangster di Surabaya, Walikota Risma Pasang CCTV Canggih Tersambung Data Penduduk

• Gangster Surabaya Tak Bisa Berkelit, Walikota Risma dan Polisi Lakukan Ini, Waspada Bonek Ngamuk

• Setelah Bonek Pasang Badan Basmi Gangster Surabaya, Risma Serukan Ini Kepada Suporter Persebaya

(Kompas.com)

Editor: Doan Pardede
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved