Berita Pemprov Kalimantan Utara

Pemprov Kaltara-Unhas Perpanjang Kerjasama Pengembangan Potensi SDA hingga SDM

Perpanjangan Nota Kesepakatan ini diambil setelah nota kesepakatan yang dijalin Pemprov Kaltara dan UNHAS pada tahun 2014, berakhir.

Pemprov Kaltara-Unhas Perpanjang Kerjasama Pengembangan Potensi SDA hingga SDM
HUMASPROV KALTARA
Gubernur Kaltara Irianto Lambrie menyerahkan cinderamata kepada Rektor Universitas Hasanuddin Prof Dr Dwia Aries Tina di Rektorat Unhas Makassar, Selasa (11/2/2020) usai penandatangan nota kerjasama Pemprov Kaltara-Unhas. Ini merupakan perpanjangan kesepakatan yang sama yang terjalin 2014 lalu, dan telah berakhir. 

MAKASSAR - PemprovKaltara memperpanjang Nota Kesepakatan dengan Universitas Hasanuddin (UNHAS), Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (11/2/2020) di Rektorat Kampus UNHAS.

Nota Kesepakatan berjangka waktu 5 tahun itu diteken Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie dan Rektor UNHAS Prof Dr Dwia Aries Tina.

Perpanjangan Nota Kesepakatan ini diambil setelah nota kesepakatan yang dijalin Pemprov Kaltara dan UNHAS pada tahun 2014, berakhir.

Nota Kesepakatan terbaru ini mencakup objek pembangunan daerah dalam rangka pelaksanaan kegiatan serta pengelolaan potensi dan sumber daya di bidang pemerintahan, pembangunan, penelitian dan pengembangan sumber daya manusia (SDM), serta bidang lain menurut aturan perundang-undangan.

“Kami merintis kerjasama dengan UNHAS tidak sekedar seremonial. Semua nota kesepakatan sebelumnya yang sudah diteken sudah ditindaklanjuti dengan pengembangan SDM dan untuk pembangunan daerah,” tutur Gubernur Kaltara.

Terkhusus Nota Kesepakatan dengan UNHAS pada tahun 2014 kemarin, diimplementasikan dalam bentuk kerjasama pengelolaan tambak dan upaya sertifikasinya. Termasuk pula penyusunan dokumen Ruang Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil atau RZWP3K.

Di bidang lain, Nota Kesepakatan ini kembali membuka peluang pengembangan dunia pendidikan dalam rangka pengembangan SDM Provinsi Kaltara. Kata Gubernur, peluang lulusan asal SMA di Kaltara untuk menempuh pendidikan di UNHAS akan lebih terbuka.

“Demikian juga bagi ASN (Aparatur Sipil Negara) kita. Entah ASN Pemprov, tenaga kesehatan bisa kita dorong untuk masuk pasca sarjana di UNHAS. Jadi bidang pendidikan tetap selalu menjadi konsentrasi kami,” tuturnya.

Tahun lalu, Pemprov menggelontorkan Rp 20 miliar untuk menyekolahkan sejumlah ASN dan lulusan SMA di berbagai perguruan tinggi.

Itu di luar program beasiswa 'Kaltara Cerdas'. “Jadi setiap tahun kita gelontorkan Rp 40 miliar untuk pendidikan. Kemudian insentif guru dalam 5 tahun terakhir sudah mencapai Rp 500 miliar. Itu cukup besar,” tuturnya.

Halaman
12
Editor: Achmad Bintoro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved