Debat Panas Anak Buah Jokowi dan Fadli Zon Soal Teroris, hingga Singgung Nama Prabowo Subianto

Anak buah Jokowi, Fadjroel Rachman berdebat dengan Fadli Zon soal teroris, hingga singgung Nama Prabowo Subianto di Mata Najwa

Debat Panas Anak Buah Jokowi dan Fadli Zon Soal Teroris, hingga Singgung Nama Prabowo Subianto
Kolase TribunKaltim.co / via Kompas.com
Debat Panas Anak Buah Jokowi dan Fadli Zon Soal Teroris, hingga Singgung Nama Prabowo Subianto 

TRIBUNKALTIM.CO - Anak buah Jokowi, Fadjroel Rachman berdebat dengan Fadli Zon soal teroris, hingga singgung Nama Prabowo Subianto di Mata Najwa.

Perdebatan panas terjadi di Mata Najwa antara anak buah Jokowi, Fadjroel Rachman dengan politisi Gerindra, Fadli Zon.

Perdebatan ini terjadi saat membahas soal teroris dan ISIS dalam program acara Mata Najwa yang dipandu Najwa Shihab, Rabu (12/2/2020).

Juru Bicara (Jubir) Presiden, Fadjroel Rachman awalnya berdebat dengan Pendiri Yayasan Prasasti Perdamaian, Noor Huda Ismail.

Topik yang menjadi perdebatan soal peran anak-anak anggota teroris ISIS dalam kegiatan terorisme dan apa dampaknya jika dipulangkan ke Indonesia.

Di tengah-tengah pembahasan, Fadjroel Rachman menyinggung soal aksi terorisme di Surabaya yang melibatkan anak-anak.

Ia kemudian berceletuk untung Anggota Komisi I DPR RI fraksi Gerindra, Fadli Zon tidak terkena serangan tersebut.

Fahri Hamzah Sebut Jokowi Kurang Teman Berpikir Hingga Sarankan Fadjroel Rachman Sebagai Teman Debat

Mata Najwa Tadi Malam, Reaksi Fadli Zon Ditantang Buktikan 689 Orang di Suriah Eks ISIS adalah WNI

Lain Via Jalur Tikus, WNI eks ISIS Bisa ke Indonesia Pakai Cara Ini, Mahfud MD Khawatir Soal Paspor

Jokowi Bicara Soal Nasib Anak WNI eks ISIS, Pemerintah Tegas Utamakan Keamanan 260 Juta Rakyat

Perkataan Fadjroel Rachman disambut tawa dari penonton acara 'Mata Najwa'.

Dikutip TribunWow.com dari video unggahan kanal YouTube Najwa Shihab, Rabu (12/2/2020), mulanya Najwa Shihab menayangkan sebuah cuplikan video pembakaran paspor yang dilakukan oleh anak-anak yang tergabung dalam anggota teroris ISIS.

Pendiri Yayasan Prasasti Perdamaian Noor Huda Ismail sekaligus orang yang membuat film dokumentasi soal WNI eks ISIS mengatakan, bahwa film tersebut adalah propaganda dan tidak ada paspor asli yang digunakan dalam video tersebut.

Halaman
1234
Editor: Cornel Dimas Satrio Kusbiananto
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved