Berita DPRD Kalimantan Timur

Dengar Langsung Aspirasi Warga di Musrenbang Sangatta Selatan, DPRD Kaltim Janji Bantu Lewat APBD

Keluhan warga ini akan menjadi perhatian bersama DPRD Kaltim agar nanti menjadi prioritas untuk bisa dibantu pada APBD Kaltim.

Dengar Langsung Aspirasi Warga di Musrenbang Sangatta Selatan, DPRD Kaltim Janji Bantu Lewat APBD
HUMAS DPRD KALTIM
MUSRENBANG : Anggota DPRD Kaltim yang terdiri dari Siti Rizky Amalia, Agus Aras, Ismail, Safuad, dan Sutomo Jabir menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan Kecamatan Sangatta Selatan di Desa Sangkima, Kabupaten Kutai Timur, Senin (10/2/2020). 

SANGATTA - Pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tahun 2020 Kecamatan Sangatta Selatan digelar di Desa Sangkima, Senin (10/2/2020).

Mengusung tema Melalui Mesrenbang Sangatta Selatan Kita Wujudkan " Penciptaan Produk Unggulan yang Memiliki Daya Saing".

Acara dibuka Sekda Kutim Irawansyah, didampingi Camat Sangatta Selatan Hasdiah, dan dihadiri Anggota DPRD Kaltim yakni Siti Rizky Amalia, Agus Aras, Safuad, Sutomo Jabir dan Ismail. Hadir pula sejumlah Pimpinan dan Anggota DPRD Kutim serta Forkopimda Kutim.

Camat Sangatta Selatan Hasdiah menjelaskan luasan wilayah 10, 914 hektare pembangunan bersumber selain dari pemerintah juga melalui tanggung jawab sosial perusahaan dan swadaya masyarakat.

Ia berharap, melalui momentum Musrenbang diharapkan dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan mulai dari perencanaan dan pelaksanaannya.

Kegiatan ini lanjut dia dimaksud untuk memfasilitasi penyampaian aspirasi masyarakat kepada pemerintah terhadap perencanaan pembangunan daerah Tahun 2021 dengan mengedepankan skala prioritas.

"7 Februari pra Musrenbang diadakan pada tingkat desa dan menghasilkan 1100 usulan masyarakat terdiri dari bidang ekonomi, pendidikan, hingga infrastruktur. Setelah dievaluasi terdapat 23 usulan yang menjadi prioritas," Ungkap Camat.

Sejauh ini akses utama menuju Sangkima merupakan jalan operasional PT Pertamina sehingga pemerintah tidak dapat melakukan perbaikan dan pemeliharaan. Untuk mengatasi persoalan itu saat ini dibangun jalan Sangkima dan Teluk Singkama.

Ia menjelaskan, kebutuhan yang sangat mendesak yakni belum ditetapkan tapal batas HPL, jaringan listrik, kebutuhan air bersih, infrastruktur jalan, drainase di jalan ring road yang merupakan jalan alternatif, turap di jalan menuju Pantai Teluk Lombok.

Kondisi tersebut membuat perkembangan pembangunan melambat karena banyak yang khawatir setelah dibangun rumah atau tempat usaha mereka kemudian digusur karena tidak jelasnya status lahan.

Halaman
123
Tags
Musrenbang
Editor: Achmad Bintoro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved