Berita Pemprov Kalimantan Utara

Toko Indonesia di Long Bawan Segera Dibuka, Pemprov Kaltara Siapkan Bantuan Modal Rp 500 Juta

Toko Merah Putih berganti nama menjadi Toko Indonesia. Esensinya sama, menghadirkan pusat perbelanjaan di kawasan perbatasan

Toko Indonesia di Long Bawan Segera Dibuka, Pemprov Kaltara Siapkan Bantuan Modal Rp 500 Juta
HUMASPROV KALTARA
Grafis Realisasi Pembangunan Toko Indonesia di Perbatasan Kaltara 

TANJUNG SELOR - Misi perdana yang diungkap Dr H Irianto Lambrie sesaat sebelum pelantikan dirinya sebagai Gubernur definitif pada 12 Februari 2016 di Jakarta, adalah membangun 'Toko Merah Putih' di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia.

Dalam perjalannya, Toko Merah Putih berganti nama menjadi Toko Indonesia. Esensinya sama, menghadirkan pusat perbelanjaan di kawasan perbatasan, sebagai sentral pemenuhan barang kebutuhan sehari-hari masyarakat di sana, khususnya di Krayan dan sekitarnya.

Saat ini pembangunan Toko Indonesia yang dimulai sejak 2017 sudah rampun 100 persen. Tinggal menunggu diresmikan untuk selanjutnya bisa dimanfaatkan warga.

Terletak di Desa Long Bawan, Kecamatan Krayan, Kabupaten nunukan yang berbatasan langsung dengan daratan wilayah negara Malaysia. Dengan akan beroperasinya Toko Indonesia ini, diharapkan sekaligus akan dapat menurunkan disparitas harga yang salama ini terjadi.

"Alhamdulillah, dalam waktu dekat kita akan meresmikan Toko Indonesia. Saya sudah menginstruksikan Dinas PUPR Perkim, serta Disperindagkop dan UMKM segera menjadwalkan," tutur Gubernur Dr H Irianto Lambrie.

Pasca pelantikannya sebagai kepala daerah, Gubernur bergerak cepat menginstruksikan jajarannya membuat perencanaan Toko Indonesia. Setahun berselang atau 2017, dialokasikan APBD Provinsi sebesar Rp 5 miliar untuk kegiatan konstruksi struktur toko.

Anggaran sebesar Rp 4 miliar dikucurkan pada tahun 2018 untuk melanjutkan kegiatan konstruksi pembangunan. Terakhir tahun kemarin (2019) dikucurkan dana APBD sebesar Rp 6,5 miliar untuk kegiatan penyelesaiannya.

Toko Indonesia diakui memang banyak menguras anggaran. Namun demikian, kehadiran Toko Indonesia dituturkan Gubernur akan memberi efek ganda yang besar, seperti kemudahan dalam pemenuhan kebutuhan masyarakat serta menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru yang pada gilirannya memacu peningkatan kesejahteraan masyarakat perbatasan.

Terutama lagi, kehadiran Toko Indonesia juga untuk mengurangi disparitas harga kebutuhan pokok di wilayah perbatasan.

"Sembako dan barang lainnya yang dijual di Toko Indoensia adalah produk asli Indonesia," tegasnya.

Halaman
12
Editor: Achmad Bintoro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved