Potensi Kerugian Negara Akibat Gagal Bayar Jiwasraya Bertambah, Kejaksaan Agung Taksir Rp 17 Triliun

Kejaksaan Agung menyebut kerugian negara akibat kasus gagal bayar PT Asuransi Jiwasraya terus bertambah. potensi kerugian negara Rp 17 triliun

Potensi Kerugian Negara Akibat Gagal Bayar Jiwasraya Bertambah, Kejaksaan Agung Taksir Rp 17 Triliun
Tribunnews.com/ Igman Ibrahim
Mantan Direktur Keuangan Jiwasraya Hary Prasetyo keluar menggunakan rompi tahanan berwarna merah jambu saat keluar dari Gedung Bundar, Kejaksaan Agung RI, Jakarta Selatan, Selasa (14/1/2020). 

TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA - Kejaksaan Agung (Kejagung) menyebut kerugian negara akibat kasus gagal bayar PT Asuransi Jiwasraya terus bertambah.

Bahkan Kejagung mengungkapkan potensi kerugian negara dari kasus ini bisa mencapai Rp 17 triliun, melebihi perkiraan awal sebesar Rp 13,7 triliun.

”(Hitungan Badan Pemeriksa Keuangan) perkiraan sekitar angka Rp17 triliun,” kata Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus, Febrie Ardiansyah, di Gedung Bundar, Kompleks Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Jumat (14/2/2020).

Sebelumnya, kerugian sementara menurut Kejagung sebesar Rp 13,7 triliun. Febri tidak menjelaskan kenapa jumlahnya dapat meningkat. Menurutnya, hal itu sudah memasuki ranah teknis penghitungan yang dilakukan auditor.

BPK bersama penyidik masih melakukan audit terhadap kerugian negara dari Jiwasraya dari 2008 hingga 2018. Sehingga tidak menutup kemungkinan kerugian masih bisa bertambah.

”Kita nanti tunggu real terakhirnya lah, tapi ini akan terus dilakukan perhitungan,” tuturnya.

Penyebab meningkatnya kerugian juga belum dapat dibeberkan ke masyarakat. Korps Adhyaksa menyerahkan proses perhitungan kerugian kepada BPK.

"Fixnya selesai dihitung bersama-sama (BPK dan Kejagung),” ujarnya.

Dijelaskan Febrie, kasus Jiwasraya bukanlah kasus kejahatan konvensional, melainkan melalui transaksi saham yang dilakukan berkali-kali.

”Jadi bukan kejahatan konvensional, bobol uang Jiwasraya dengan cara yang sekali transaksi, tidak. [Tapi] berkali-kali dalam waktu yang cukup lama,” jelasnya.

Halaman
1234
Editor: ade mayasanto
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved