Berita Pemprov Kalimantan Timur

14 Mahasiswa Kaltim Disambut Haru di Bandara APT Pranoto, Marina: Kami Tak Trauma Kembali ke China

Kami masih menunggu dari pihak universitas kapan masuk kembali. Untuk sementara belajar lewat online sampai ada ketetapan masuk kuliah lagi."

14 Mahasiswa Kaltim Disambut Haru di Bandara APT Pranoto, Marina: Kami Tak Trauma Kembali ke China
HUMASPROV KALTIM/YUVITA
Orang tua menyambut haru dan gembira kepulangan anaknya dari wilayah China karena penyebaran virus Corona. Ia dari 14 mahasiswa asal Kaltim sempat menjalani prosedur wajib karantina di Pulau Natuna. Tepat pukul 11.00 Wita, pesawat Airbus A320 Batik Air dipiloti Capt Abimanyu membawa meeka tiba di Bandara APT Pranoto Samarinda, Minggu (16/2/2020). 

SAMARINDA - Tepat pukul 11.00 Wita, pesawat Airbus A320 Batik Air dipiloti Capt Abimanyu bersama 7 awak pesawat yang membawa 9 dari 14 mahasiswa Kaltim tiba di APT Pranoto Samarinda, Minggu (16/2/2020).

Mewakili Gubernur Kaltim, Asisten Administrasi Umum Setdaprov Kaltim HS Fathul Halim menyambut bersama keluarga mereka. Fathul Halim didampingi Plt Kepala Dinas Kesehatan Kaltim Andi Muhammad Ishak serta jajaran Dinas Kesehatan Kota Samarinda dan para orangtua di VIP Room Bandara APT Pranoto.

Seperti diketahui, 14 mahasiswa asal Kaltim usai menjalani masa observasi selama 14 hari di Lanud Raden Sadjad, Natuna, Kepulauan Riau. Setelah bermalam satu malam di Jakarta pada Sabtu lalu, mereka kemudian diterbangkan ke Kaltim melalui Bandara APT Pranoto.

Sementara 5 mahasiswa lainnya kembali ke Kaltim melalui Bandara SAMS di Balikpapan dan mendarat lebih awal sekira pukul 09.00 Wita. Di Balikpapan, mereka disambut Walikota Balikpapan HM Rizal Effendi bersama jajaran terkait.

Kembali Fathul Halim maupun Andi Muhammad Ishak menegaskan para mahasiswa ini dalam keadaan sehat dan sedikit pun tidak terpapar virus yang menghebohkan dunia saat ini. Diharapkan masyarakat tidak perlu khawatir.

"Mereka ini kan semuanya memang kondisi sehat. Bahkan saat berada di China juga sehat. Namun, observasi memang harus dilalui guna lebih menjamin kondisi mereka secara menyeluruh," ungkap Fathul Halim yang kemudian diiyakan Andi Muhammad Ishak.

Setelah tiba, para mahasiswa ini langsung diserahterimakan kepada orangtua dan bagi yang tidak dijemput keluarga, Pemprov Kaltim memfasilitasi hingga ke daerah masing-masing.

"Alhamdulillah, bahagia dan senang sekali,” ucap salah seorang orangtua mahasiswa.

Sementara dari Balikpapan dilaporkan, satu dari lima mahasiswa, Marina Febriana Chairiah mengaku tidak takut dan tetap akan melanjutkan studi ke China.

“Tidak trauma kembali ke China," kata Marina saat tiba dan diwawancarai awak media di VIP Room Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Balikpapan, Minggu (16/2/2020).

Diakuinya, saat di China mereka tidak melihat langsung kondisi Wuhan. Terlebih mereka yang merupakan International Student harus selalu berada di dalam asrama. Karena pihak manajemen mencukupi kebutuhan makanan. Tidak ada yang keluar asrama.

"Kecuali emergency baru diijinkan keluar dengan catatan harus memakai masker " aku Marina.
Saat ini dia masih menunggu pengumuman dari pihak universitas, kapan masuk perkuliahan lagi, sebab dirinya masih ingin melanjutkan studi di sana."

"Kami masih menunggu dari pihak universitas kapan masuk kembali. Untuk sementara belajar lewat online sampai ada ketetapan masuk kuliah lagi." lanjutnya.

Hal senada juga disampaikan Rafiatul Lulu, mahasiswa asal Samarinda yang kuliah di Fakultas Kedokteran Wuhan dan saat ini sudah memasuki semester 4.
"

Kami tidak tahu persis kejadian di sana. Hanya dapat informasi saja. Sebab pas masa libur kuliah. Tapi pemerintah di sana (China) sangat bertanggungjawab dan menjamin keselamatan kami," ungkap Lulu. (yans/her/dea/sul/adv)

Editor: Achmad Bintoro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved