Sadis, Ratusan Janin Dibuang di Septic Tank dan Dihancurkan Pakai Bahan Kimia, Oknum Dokter Terlibat

Sadis, Ratusan Janin Dibuang di Septic Tank dan Dihancurkan Pakai Bahan Kimia, Oknum Dokter Terlibat

Sadis, Ratusan Janin Dibuang di Septic Tank dan Dihancurkan Pakai Bahan Kimia, Oknum Dokter Terlibat
TribunJakarta/Muhammad Rizki Hidayat
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus (ketiga dari kanan), Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak, Merdeka Sirait (kedua kiri), dan Kepala bidang pelayanan kesehatan Dinkes DKI, Wening (paling kanan), saat konferensi pers, di tempat aborsi kawasan Jakarta Pusat, Jumat (14/2/2020). 

Sadis, Ratusan Janin Dibuang di Septic Tank dan Dihancurkan Pakai Bahan Kimia, Oknum Dokter Terlibat

TRIBUNKALTIM.CO - Polisi berhasil membongkar praktik Klinik aborsi ilegal yang meraup omzet hingga Rp 5,5 milar di Jalan Paseban Raya, Jakarta Pusat.

Klinik ilegal ini memiliki ribuan pasien yang kebanyakan perempuan dalam kondisi hamil di luar nikah.

Kisaran biaya aborsi ini dipatok harga mulai Rp 1 juta hingga Rp 15 juta tergantung usia janin.

Pakar Psikologi Sebut Aborsi Termasuk Pembunuhan Berencana, Tapi Aborsi Korban Perkosaan Diizinkan

Klinik Aborsi Ilegal Beromzet Rp 5,5 M Digerebek, Layani 1.632 Pasien dan Buang Janin di Septic Tank

Polisi Pastikan Jasad Bayi yang Dikuburkan Dekat Sebuah Guest House di Samarinda Bukan Korban Aborsi

Dokter di Korsel Ini Hadapi Tuntutan, Gara-gara Salah Lakukan Aborsi Kepada Wanita Hamil

Setelah itu janin itu dibuang di Septic Tank.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan, para tersangka kasus aborsi ilegal di Klinik Paseban, Jakarta Pusat, menghilangkan jejak aborsi dengan cara keji.

Mereka membuang janin yang diaborsi ke dalam Septic Tank.

Kemudian, mereka mencampurnya dengan bahan kimia untuk proses penghancuran.

"Waktu kita lakukan pemeriksaan bahwa para janin itu dibuang di Septic Tank, caranya dengan menaruh bahan kimia untuk menghancurkan janin-janin itu," kata Yusri di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (17/2/2020).

Yusri mengungkapkan, yang paling mudah dihancurkan menggunakan bahan kimia adalah janin berusia 1-3 bulan.

Halaman
1234
Editor: Rahmad Taufiq
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved