Sadis, Ratusan Janin Dibuang di Septic Tank dan Dihancurkan Pakai Bahan Kimia, Oknum Dokter Terlibat

Sadis, Ratusan Janin Dibuang di Septic Tank dan Dihancurkan Pakai Bahan Kimia, Oknum Dokter Terlibat

TribunJakarta/Muhammad Rizki Hidayat
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus (ketiga dari kanan), Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak, Merdeka Sirait (kedua kiri), dan Kepala bidang pelayanan kesehatan Dinkes DKI, Wening (paling kanan), saat konferensi pers, di tempat aborsi kawasan Jakarta Pusat, Jumat (14/2/2020). 

"Yang paling mudah (dihancurkan) itu janin (berusia) satu atau dua bulan karena tidak terlalu kentara. Janin yang agak susah itu karena harganya lebih mahal ya, contoh (berusia) 4 bulan ke atas," ungkap Yusri.

Selalu Ramai dan Sering Penuh, Warga Kaget Klinik Tempatnya Biasa Berobat Ternyata Layani Aborsi

Klinik Pengobatan Umum Diduga Jadi Lokasi Aborsi, Polisi Temukan Obat Mules dan Gumpalan Darah

Saat ini, polisi kembali mendatangi Klinik Paseban guna mencari sampel janin dalam septic tank untuk diperiksa di laboratorium.

Sebelumnya diberitakan, Polda Metro Jaya mengungkap Klinik aborsi ilegal di daerah Paseban, Jakarta Pusat pada 11 Februari 2020.

Sebanyak tiga tersangka awalnya ditangkap yakni MM alias Dokter A, RM, dan SI.

Kemudian, polisi memburu keberadaan seorang dokter berinisial S yang diduga ikut terlibat praktik aborsi ilegal.

Selain itu, sebanyak 47 bidan juga diburu karena diduga turut mempromosikan praktik aborsi di Klinik Paseban.

Sudah Layani 1.632 Pasien dan Raup Omzet Rp 5,5 Miliar

Tercatat, 1.632 pasien telah mendatangi Klinik aborsi ilegal itu dan 903 pasien di antaranya menggugurkan janinnya.

WS (37), satu satu warga Paseban mengaku pernah melihat beberapa orang keluar-masuk di rumah tersebut.

Ia hanya tahu bahwa mereka datang untuk berobat.

Halaman
1234
Editor: Rahmad Taufiq
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved