Penertiban Pengetap BBM

Tergiur Untung Besar, Pengetap di Tanjung Selor Ngaku Tiga Kali Isi BBM di SPBU Setiap Hari

Karena tergiur untung besar, para pengetap di Tanjung Selor mengaku tiga kali isi BBM di SPBU setiap hari

TribunKaltim.Co/ikbal Nurkarim
Salah satu kendaraan milik pengetap yang diamankan Polres Bulungan. 

Termasuk menertibkan di malam hari, jika mereka beroperasi di malam hari," kata Roberto Asfrianza, kepada Tribunkaltim.co, Senin siang.

Roberto menambahkan, kendaraan roda dua dan empat yang terjaring dalam penertiban, bakal mendapat sanksi berupa tilang.

Apalagi sebagian besar kendaraan yang terjaring, tidak memiliki kelengkapan administrasi.

Termasuk tangki BBM-nya juga telah dimodifikasi atau diubah dari bentuk standarnya.

"Kita juga akan jerat dengan Undang-Undang Minyak dan Gas, jika unsurnya terpenuhi.

Tetapi jika unsurnya tidak terpenuhi, kita akan serahkan kembali kendaraannya, asal tangkinya dikembalikan ke bentuk standarnya," ujarnya.

Sebelumnya, Kepolisian Resor ( Polres Bulungan ) merilis hasil penertiban pengetap, yang kerap beraksi di Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara ( Kaltara ), Senin (17/2/2020).

Pengetap merupakan sebutan bagi warga yang membeli bahan bakar minyak ( BBM ) di SPBU, dengan maksud untuk dijual kembali.

Pengetap biasanya memodifikasi tangki BBM di kendaraannya, untuk mengelabui petugas SPBU.

Rilis hasil penertiban tersebut dilaksanakan di Mapolres Bulungan, Jl Agatis, Tanjung Selor.

Wakapolres Bulungan, Kompol Roberto Asfrianza, mengatakan kendaraan yang diamankan merupakan hasil tiga kali penertiban yang dilaksanakan.

Penertiban dilaksanakan sejak maklumat bersama telah diteken dan dipasang, pada Jumat, 31 Januari 2020.

Maklumat bersama diterbitkan, untuk merespon keluhan warga terkait sulitnya memperoleh BBM di SPBU.

Maklumat diteken langsung oleh Bupati Bulungan Sudjati, Dandim 0903/TSR Kolonel Inf Aswin Kartawijaya, dan Kapolres Bulungan AKBP Yudhistira Midyahwan.

"Dari tiga kali penertiban, kami amankan kendaraan milik pengetap baik roda dua maupun roda empat," kata Roberto, kepada Tribunkaltim.co.

Baca Juga:

 Sesumbar Gubernur Kaltim Isran Noor Bakal Stop Pembangunan Ibu Kota Negara Jika Ini yang Terjadi

 Gubernur Isran Noor Stop Proyek IKN Jika Rusak Hutan, Luas Ibu Kota Baru Vs Perkebunan Sawit Kaltim

 Isran Noor Berani Ancam Proyek Ibu Kota Baru jika Hutan Rusak, Inilah Profil Gubernur Kaltim

Kendaraan yang diamankan kata dia, terbukti telah dilakukan modifikasi pada tangki BBM-nya.

Rilis hasil penertiban itu dihadiri pula Dandim 0903/TSR Kolonel Inf Aswin Kartawijaya, Ketua DPRD Bulungan Kilat, beserta undangan lainnya.

Baca Juga:

 NEWS VIDEO Ria Ricis Youtuber Ternama Bakal ke Balikpapan Kalimantan Timur

 Youtuber Ria Ricis Sambangi Plaza Balikpapan, Ngobrol Soal Film Ini, Catat Jadwal Kedatangannya

 Ibu Kota Baru di Kalimantan Adopsi One River One Management, Bappenas Sebut Keterpaduan Hulu Hilir

Pantauan Tribunkaltim.co, dalam rilis itu sekitar 20 unit motor, dan delapan unit mobil dihadirkan sebagai barang bukti.

Sekadar diketahui, penertiban pengetap pertama kali dilaksanakan pada Jumat (7/2/2020) di SPBU Prima Agung, Jl Sengkawit, Tanjung Selor.

Penertiban saat itu dipimpin Wakapolres Bulungan, Kompol Roberto Asfrianza.

Selanjutnya penertiban kedua dilaksanakan pada Senin (10/2/2020), dipimpin Kabag Ops Polres Bulungan, AKP Ridwan Iskandar.

Termasuk penertiban ketiga, pada 14 Februari 2020, yang juga dipimpin AKP Ridwan Iskandar.

Baca Juga:

 Ibu Kota Indonesia di Kaltim, Viral Apartemen Borneo Bay City, Begini Tanggapan Kementerian ATR

 Tatap Ibu Kota Baru, Borneo Bay City Plaza Balikpapan Bakal Bangun Taman Besar, Target Rampung 2021

(Tribunkaltim.co/Amiruddin)

Penulis: Amiruddin
Editor: Samir Paturusi
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved