Qadha Qadar Corona

SEBULAN sudah, bahkan lebih seminggu, topik virus Corona menghebohkan dunia, tak terkecuali Indonesia. Virus Corona atau Novel Coronavirus (2019nCoV)

Qadha Qadar Corona
ist
Qadha Qadar Corona 

SEBULAN sudah, bahkan lebih seminggu, topik virus Corona menghebohkan dunia, tak terkecuali Indonesia. Virus Corona atau Novel Coronavirus (2019nCoV) menyebar cepat ke penjuru dunia, sejak awal merebaknya 31 Desember 2019 di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, China.

Virus ini awalnya dari hewan kemudian menular ke manusia melalui udara. Pasar makanan laut Huanan seluas 50.000 meter persegi itu memang terkenal dengan jual beli bahan makanan dari hewan liar. Bahkan menyediakan ular, kelelawar, hingga musang, tentu saja selain ikan, kepiting, dan udang.

Para ahli kesehatan sepakat, sumber wabah adalah virus yang melompat dari hewan liar yang dijual di pasar tersebut. Saat ini, pasar sudah ditutup, dan berada dalam pengawasan staf keamanan Pemerintah China (28/1).

Berdasarkan data Komisi Kesehatan Nasional China (NHC), hingga Selasa malam (28/1/2020) lalu, sudah ada 4.682 kasus yang terdeteksi di sejumlah negara. Rinciannya, China (4.607 kasus, 106 meninggal), Hong Kong (8 kasus), Macau (7 kasus), Taiwan (7 kasus), Asia (38 kasus), Eropa (4 kasus), Amerika Utara (6 kasus), dan Australasia (5 kasus).
Innalillahi wa inna ilaihi raaji’un. Tidaklah sesuatu peritiwa, baik maupun buruk, terjadi kecuali atas izin Allah swt. Dialah yang menciptakan sekaligus mengatur alam semesta.

Sebagaimana Allah berfirman, “Tidak ada suatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan izin Allah; dan barangsiapa yang beriman kepada Allah niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” (QS. AtTaghabun: 11)
Maka wajib bagi seorang muslim beriman terhadap setiap peristiwa yang terjadi di luar kuasanya, merupakan ketetapan-Nya (qadha) yang tidak mampu ditolak. Terlepas apakah itu baik maupun buruk.

Untuk itu, dalam hal ini dibutuhkan sikap takawal kepada Allah. Berserah diri kepadaNya. Bersabar di tengah-tengah rasa was was virus Corona serta tidak lupa berdoa untuk senantiasa diberikan kesehatan.

Dengan bersabar, khususnya yang diberi ujian penyakit, akan menuai ganjaran pahala hingga derajatnya diangkat oleh Allah.
Tidaklah seorang muslim tertimpa suatu kelelahan, atau penyakit, atau kehawatiran, atau kesedihan, atau gangguan, bahkan duri yang melukainya melainkan Allah akan menghapus kesalahankesalahannya karenanya. (HR. AlBukhari Muslim).

Meskipun wabah virus Corona merupakan bagian dari qadha Allah, tetap saja manusia telah memiliki area-area yang mampu ia kendalikan. Sederhananya, manusia punya kemampuan berusaha mengubah suatu keadaan. Apalagi mengingat manusia telah dianugrahkan akal oleh Allah untuk berfikir, menimbangnimbang mana perbuatan baik dan buruk.

Mana halal dan haram. Sehingga, sekalipun kita wajib bersabar dan beriman bahwa wabah virus corona adalah qadhaNya, di sisi lain wajib pula berikhtiar. Yakni melakukan upaya pencegahan dan penyembuhan yang tentu saja bukan hanya dilakukan oleh individu melainkan peran negara sangat dibutuhkan.

Islam menganjurkan umatnya untuk berobat ketika sakit dan berusaha menjaga kesehatan bagi yang sehat. Tentu saja dengan bahanbahan dan cara yang halal. Sebab Allah telah menciptakan berbagai macam khasiat pada benda-benda (qadar) yang bisa digunakan manusia untuk memenuhi naluri dan kebutuhan jasmaninya.

Halaman
12
Editor: Tohir
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved