Rabu, 13 Mei 2026

Umat Hindu di Tarakan Punya Cara Sendiri Peringati Hari Raya Galungan, Dimulai Beberapa Hari Lalu

Umat Hindu yang berdomisili di Tarakan, Kalimantan Utara, turut memperingati Hari Raya Galungan, Rabu (19/2/2020).

Tayang:
Editor: Samir Paturusi
TribunKaltim.Co/Alfian
Kondisi Pura Agung Giri Jagatnata Tarakan, Kalimantan Utara, menyambut Hari Raya Galungan, Rabu (19/2/2020) 

TRIBUNKALTIM.CO,TARAKAN-Umat Hindu yang berdomisili di Tarakan, Kalimantan Utara, turut memperingati Hari Raya Galungan, Rabu (19/2/2020).

Hari Raya Galungan adalah perayaan besar umat Hindu Bali.

Perayaan yang dilakukan setiap 210 hari sekali tersebut memiliki perhitungan berdasarkan wuku.

Perayaan Galungan sendiri bagi umat Hindu merayakan kemenangan kebaikan (dharma) atas ketidak baikan (adharma).

Namun berbeda dengan perayaan di Bali, umat Hindu di Tarakan, Kalimantan Utara, memiliki cara tersendiri memperingati Galungan ini.

"Kalau di Bali kan otomatis semuanya diliburkan hari ini dan persembahyangan berlangsung di Pagi hari,

kalau di Tarakan ini nanti malam hari baru berlangsung persembahyangannya di Pura," ucap Wayan Suaba, selaku wakil ketua PHDI Kaltara.

Baca Juga:

Pulang dari Indonesian Idol, BCL Sempat Ngobrol dengan Ashraf Sinclair, Tiba-tiba Ini yang Terjadi

INILAH Kata-kata Bunga Citra Lestari alias BCL Setelah Ashraf Sinclair Dimakamkan

Hasil Liga Champions Semalam, Liverpool Tak Seperkasa di Liga Inggris, Keok dari Atletico Madrid

Ramalan Zodiak Cinta Hari Ini Rabu 19 Februari 2020, Cancer Bahagia, Aquarius & Kekasih Saling Cinta

Ia menyebut hal itu dilakukan untuk menyiasati sejumlah umat Hindu di Tarakan yang tengah menjalankan aktivitasnya sebagai pekerja.

Meski begitu rangkaian-rangkaian perayaan Hari raya Galungan ini tetap dijalankan.

"Tadi pagi persembahyangannya di masing-masing rumah saja, setelah itu nanti malam baru di Pura," tambahnya.

Adapun prosesi hari raya Galungan di Tarakan meliputi berbagai rangkaian kegiatan keagamaan sejak beberapa hari lalu.

Diantaranya yakni pembuatan janur, memeram buah-buahan, pemasangan penjor dan berbagai hal lainnya.

"Rangkaian hari raya Galungan kita sudah melaksanakan penyekapan istilahnya memeram buah-buahan agar cepat masak,

dilanjutkan dengan tumpak wede memberitahukan bahwa kita memperingati hari galungan," paparnya.

"Dengan adanya persiapan itu ibu-ibu mempersiapkan janur, bapak-bapaknya mempersiapkan satu hari sebelumnya mempersiapkan penampahan, kita juga sudah pasang dua penjor," tambahnya.

Pemasangan penjor ini juga berbeda dengan tradisi di Bali yang dipasang di masing-masing pekarangan rumah.

"Kalau di Bali tiap pekarangan rumah masing-masing dipasang penjor tapi kalau kami di Tarakan ini di Pura lah kita dirikan penjor," ucapnya.

Wayan Suaba menyebut di kota Tarakan jumlah Umat Hindu mencapai 30 KK atau 150 jiwa.

Setelah perayaan Hari Galungan akan dilanjutkan dengan Hari raya Kuningan.

"Itu satu rangkaian, tapi untuk hari ini perayaan Galungan itu ibu-ibu mempersiapkan sesajen yang diisi buah-buahan,

daging-dagingan dan nanti dilaksanakan persembayangan," tutupnya.(*)

Baca Juga:

Ashraf Sinclair Meninggal, Ariel NOAH Rela Lakukan Ini Demi BCL: Kapan Pun Dia Butuh Ini Pasti Berat

Ramalan Zodiak Hari Ini Rabu 19 Februari 2020, Pisces Lawan Rasa Takut, Sagitarius Istirahatlah!

Sempat Diragukan Bobotoh, Wander Luiz Ukir Gol Perdana di Persib Bandung, Kini Banjir Pujian

Kabar Baik ASN, Selain Uang Pensiun Rp1M, Tjahjo Kumolo Singgung Tunjangan di Luar Gaji ke-13 dan 14

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved