Berita Pemprov Kalimantan Utara

Gubernur Kaltara Ajukan 4 Usulan Ini dalam Musrenbang Regional Kalimantan 2020 di Pontianak

Adapun 4 fokus usulan itu, yakni infrastruktur, ketahanan energi, lingkungan hidup, dan sumber daya manusia (SDM).

Gubernur Kaltara Ajukan 4 Usulan Ini dalam Musrenbang Regional Kalimantan 2020 di Pontianak
HUMASPROV KALTARA
Gubernur Kaltara Irianto Lambrie berfoto bersama dengan Mendagri Tito Karnavian dan Gubernur Kaltim Isran Noor, Gubernur Kalbar Sutarmidji saat pembukaan Musrenbang Regional Kalimantan di Pontianak, Rabu (19/2/2020). Kegiatan yang dibuka Mendagri ini juga dihadiri Juru Bicara Presiden Fadjroel Rachman. 

PONTIANAK - Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie mengajukan 4 fokus usulan dalam forum kerjasama revitalisasi dan percepatan pembangunan regional Kalimantan di Pontianak, Rabu (19/2/2020).

Kegiatan ini merupakan rangkaian Musyawarah Perencanaan Pembangunan Regional (Musrenbangreg) Kalimantan Tahun 2020 yang digelar di Pendopo Rumah Jabatan (Rumjab) Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar), Pontianak.

Adapun 4 fokus usulan itu, yakni infrastruktur, ketahanan energi, lingkungan hidup, dan sumber daya manusia (SDM).

Dijelaskan Gubernur, untuk fokus usulan infrastruktur, dibagi kedalam 8 usulan. Yang terdiri dari, pembangunan dan preservasi jalan perbatasan dengan 1 deskripsi program, pembangunan dan preservasi jalan Trans Kalimantan (1 program).

Perpanjangan runway bandar udara (4 program), pembangunan base transceiver station (2 program), pembangunan jalan akses menuju perbatasan (3 program), pembangunan KIPI (1 program), pembangunan KBM (1 program), dan pengembangan kawasan perbatasan (4 program).

"Untuk fokus ketahanan energi, dibagi kedalam 3 fokus usulan. Yaitu, pengembangan energi baru terbarukan (6 program), pemenuhan kebutuhan energi (2 program), dan pembangunan saluran udara tegangan tinggi (1 program)," urai Irianto.

Fokus usulan selanjutnya, adalah lingkungan hidup yang dibagi kedalam 7 fokus usulan. Yakni, kebakaran hutan (1 program), restorasi gambut (1 program), indeks tutupan lahan (2 program), pencemaran lingkungan (1 program), mitigasi perubahan iklim (3 program), pelestarian pesisir dan laut (1 program), dan pembangunan kawasan minapolitan.

"Kaltara juga fokus kepada usulan pengembangan sumber daya manusia (SDM) yang dibagi kedalam 9 usulan. Yakni, 1 pemerataan pelayanan kesehatan dasar dan rujukan (1 program), peningkatan akses dan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat ( 1 program), penanganan stunting (2 program), peningkatan kualitas pendidikan dan tenaga kependidikan (1 program), pemenuhan SPM di bidang pendidikan (1 program), peningkatan kualitas dan produktivitas tenaga kerja (1 program), peningkatan dan pengembangan kemitraan sertifikasi keahlian tenaga kerja (1 program), pemberdayaan masyarakat sekitar hutan (1 program), dan peningkatan akses perguruan tinggi (1 program)," ulas Gubernur.

Sementara untuk usulan regional Kalimantan yang disepakati kepala daerah (gubernur) se-Kalimantan, disebutkan Irianto, ada beberapa hal yang menjadi prioritas.

Yaitu, rencana pembangunan jalur kereta api (KA) Trans Kalimantan, percepatan pembangunan jalan Trans Kalimantan, percepatan pembangunan bandara dan pelabuhan di Kalimantan, rencana pembangunan kawasan industri di Kalimantan, peningkatan rasio elektrifikasi, pembangunan politeknik berbasis sumberdaya unggulan yang ada di Kalimantan : kelautan dan perikanan, metalurgi, pertambangan, dan perkebunan sawit, dan peningkatan status desa.

Halaman
12
Editor: Achmad Bintoro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved