Beri Ruang untuk Literasi Anak Kita

TIDAK dapat kita pungkiri, membaca, dan menulis termasuk literasi fungsional yang berguna, yang mana dalam hal ini membaca merupakan kunci untuk mempe

ist
Beri Ruang untuk Literasi Anak Kita 

TIDAK dapat kita pungkiri, membaca, dan menulis termasuk literasi fungsional yang berguna, yang mana dalam hal ini membaca merupakan kunci untuk mempelajari semua ilmu pengetahuan. Termasuk informasi dan petunjuk sehari‑hari yang berdampak dalam kehidupan masyarakat. Kualitas hidup seseorang lebih baik dengan kemampuan membaca dan menulis.

Karena budaya literasi khususnya membaca adalah salah satu kunci yang sangat menentukan keberhasilan pendidikan. Sebab membaca adalah gerbang untuk membuka cakrawala dunia.

Sayangnya hingga saat ini tingkat budaya literasi siswa Indonesia masih sangat rendah. Kesadaran itu perlu dukungan dari banyak elemen, termasuk keluarga sebagai pondasi berliterasi juga dari lingkungan sekolah, selain dari dukungan pemerintah.

Secara umum, budaya menulis atau berliterasi memiliki banyak sekali manfaat sekali untuk perkembangan siswa usia dini. Di antaranya sebagai media penyaluran emosi maupun ekspresi diri, belajar beropini, melatih kesabaran, mengasah komitmen, dan banyak lagi.

Seperti menggambar atau melukis, menulis juga bermanfaat melatih kreativitas dan mengembangkan imajinasi dan setidaknya ada beberapa manfaat menulis diantaranya yang saya sarikan dari pengalaman dan berbagai sumber yakni :

1. Meningkatkan intelegensi

Pada saat menulis, untuk memperkaya tulisannya, anak akan terpancing melakukan riset, juga menambah dan mempelajari kosa kata baru. Sedangkan untuk menyelesaikan tulisannya, anak dituntut berpikir secara sistematis dan terstuktur.
Semua hal ini berperan dalam perkembangan intelegensi anak, meningkatkan kemampuan verbal, sekaligus menopang performa akademisnya, karena dunia sekolah tidak pernah lepas dari kegiatan menulis.

2. Media terapi atau katarsis

Kita dapat `membaca' seseorang melalui tulisannya. Walau yang ditulis adalah kisah fiksi sekalipun, anak cenderung memasukkan kepribadian atau pengalamannya sendiri, ke dalam alur cerita maupun kepribadian tokoh.

3. Berlatih memecahkan masalah dan mengambil kesimpulan

Halaman
12
Tags
Opini
Editor: Tohir
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved