Dua Ribu Orang Diprediksi Hadiri Aksi 212 di Depan Istana, Desak Tangkap Harun Masiku

2 ribu orang akan menghadiri acara 'Aksi 212 Berantas Mega Korupsi Selamatkan NKRI' di depan istana negara, Jakarta Pusat pada Jumat (21/2/2020)

Dua Ribu Orang Diprediksi Hadiri Aksi 212 di Depan Istana, Desak Tangkap Harun Masiku
Tribunnews/Jeprima
ILUSTRASI - Ribuan peserta Reuni Akbar Mujahid 212-2019 mengikuti kegiatan Munajat dan Maulid Akbar 2019 di kawasan silang Monas, Jakarta Pusat, Senin 2 Desember 2019. Reuni Mujahid 212 diawali Salat Tahajud, Dzikir, Salat Subuh bersama, pembacaan Maulid Nabi Muhammad SAW, dan bermunajat kepada Allah SWT serta doa bersama untuk kepulangan Rizieq Syihab dengan mengangkat tema keselamatan negeri dan menyikapi penistaan agama yang masih terjadi di Indonesia. 

TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA  - Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus memastikan, jumlah massa yang akan menghadiri acara 'Aksi 212 Berantas Mega Korupsi Selamatkan NKRI' di depan istana negara, Jakarta Pusat pada Jumat (21/2/2020) siang, tidak akan lebih dari dua ribu orang.

Hal tersebut sekaligus membantah pernyataan pihak Persaudaraan Alumni 212 (PA 212) bahwa aksi itu akan dihadiri hingga 100 ribu massa.

"Jumlah massa nggak sampai 2 ribu, sekitar seribu sampai dengan dua ribu," kata Yusri di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (21/2/2020).

Namun demikian, pihak kepolisian tetap bakal menerjunkan personel sekitar dua ribu. Personel itu, kata Yusri, gabungan dari Polda Metro Jaya, Polrestro Jakarta Selatan dan dibantu oleh pihak aparat TNI.

"Kami sudah siap dengan kekuatan sekitar dua ribu personel yang kita turunkan untuk kesiapan pengamanan siang nanti," ungkap dia.

Ia menuturkan, pihak kepolisian juga telah bersiap untuk melakukan rekayasa lalu lintas di sekitar kawasan Monumen Nasional dan Patung Kuda Arjuna Wiwaha, Jakarta Pusat, yang jadi pusat lokasi demonstrasi.

Namun, kata Yusri, rekayasa lalu lintas tersebut bakal berlaku secara kondisional.

 

Sejumlah massa memadati Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, dalam acara Reuni aksi 212, Minggu (2/11/2012).
Sejumlah massa memadati Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, dalam acara Reuni aksi 212, Minggu (2/11/2012). (Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha)

"Penutupan jalan situasional. Kalau memang harus dengan penutupan, kita siapkan di titik dimana pengalihan arus. Ini bukan yang baru, sering dilakukan penyampaian pendapat di Monas. Apapun sudah kita siapkan, situasional, kita liat situasi bagaimana perkembangan di lapangan," ungkap dia.

Dia juga mengingatkan, pelaksanaan aksi unjuk rasa harus membubarkan diri usai pukul 18.00 WIB. Hal itu mengacu pada UU nomor 9 tahun 2019 tentang penyampaian pendapatan di muka umum mengenai batas waktu aksi unjuk rasa

"Intinya adalah polri dalam hal ini siap mengawal dan mengamankan kegiatan ini sampai dengan selesai batas waktu pukul 18.00 WIB," tukas dia.

Halaman
1234
Editor: ade mayasanto
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved