Potret Kesejahteraan Petugas Pemadan Kota Bontang, Digaji Rp 3 Juta/Bulan Belum Termasuk Insentif

Potret kesejahteraan petugas pemadan di Kota Bontang, diberi gaji Rp 3 juta/bulan belum termasuk insentif

TribunKaltim.Co/Muhammad Fachri Ramadhani
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bontang, HM Yani saat berbincang dengan tribunkaltim.co membahas seputar kehidupan pemadam kebakaran di markas komando Damkar Kota Bontang. 

"Kalau di Bontang Alhamdulillah, dengan kebijakan Walikota gaji capai Rp 3juta, itu 1 orang Damkar non PNS.

Belum ditambah uang shif Rp 250 ribu per orang. Gaji mereka Rp3 juta lebih. Kesejahteraan cukuplah," bebernya.

Sebagai pemegang tongkat komando jajaran Damkar Kota Bontang, Yani selalu menyampaikan hal tersebut berulang-ulang.

Tak lain agar jajarannya memiliki etos kerja dan semangat menjalankan pengabdiannya kepada masyarakat.

"Daerah lain masih ada yang digaji Rp 300 ribu, Rp 600 per bulan. Di daerah Jawa itu. Bahkan ada yang dibayar 3 bulan sekali," ucapnya.

"Makanya saya sering sampaikan kepada anggota. Supaya di sini bersyukur dengan kebijakan Walikota, kita sudah sejahtera. Bila dibandingkan dengan petugas pemadam di daerah lain," ungkapnya.

Ditambahkan Yani, petugas Damkar yang berstatus sebagai honorer dominan ketimbang yang PNS, sekitar 70 persen.

"Anggota kami paling banyak non PNS, sekitar 70 persen," tuturnya.

Untuk diketahui, Damkar Kota Bontang memiliki 75 personel yang siap siaga memadamkan api bila terjadi kebakaran. Mereka terbagi menjadi 4 regu.

"Semua siap, kita bagi 4 regu. Ada tim rescue, tim medis dan tim pemadam dalam setiap regu. Ya, dalam 1x24 jam ada 4 shift yang jaga," tuturnya.

Halaman
1234
Penulis: Muhammad Fachri Ramadhani
Editor: Samir Paturusi
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved