Tanpa Jembatan Gantung, Anak Sekolah Dasar di Manggarai Terobos Arus Kali Wae Lengger, Ini Kisahnya

Menjadi orang sukses butuh perjuangan dan kesabaran. Terutama saat menempuh pendidikan, tak jarang berbagai kesulitan mengadang.

(KOMPAS.COM/NANSIANUS TARIS)
Murid SDK Menggol asal Kampung Melo dan Redang Desa Melo, Kecamatan Poco Ranaka, Kabupaten Manggarai Timur, NTT menyebrangi kali Wae Lenger saat pulang sekolah, Rabu (19/2/2020). 

TRIBUNKALTIM.CO, BARONG MANGGARAI -Menjadi orang sukses butuh perjuangan dan kesabaran.  Terutama saat menempuh pendidikan, tak jarang berbagai kesulitan mengadang.

Butuh pengorbanan, waktu dan motivasi yang kuat untuk menaklukkan rintangan. 

Seperti yang dialami para murid Sekolah Dasar Katolik ( SDK ) Menggol, Desa Melo, Kecamatan Poco Ranaka, Kabupaten Manggarai Timur, harus menyeberangi sungai dan berjalan kaki sekitar tiga kilometer menuju sekolah.

Melansir dari Kompas.com, para murid itu harus menyeberangi Kali Wae Lengger yang memisahkan Kampung Melo dan SDK Menggol. Tak ada jembatan yang membentang di atas kali yang memiliki lebar belasan meter itu.

Padahal, air kali itu cukup deras di musim kemarau dan musim hujan. Tak ada pilihan lain bagi siswa sekolah itu, arus deras harus diterobos demi pendidikan, meski berbahaya.

Evaltus Brein, siswa kelas 6 SDK Menggol, menceritakan perjalanannya enam tahun menyeberangi kali dan berjalan tiga kilometer demi pendidikan.

Baca Juga;

Ramalan Zodiak Hari Ini Jumat 21 Februari 2020, Taurus Ekspresikan Perasaan, Cancer Tenggelam Emosi

Hanya Bambang Pamungkas Saat Pembagian Medali Piala Gubernur Jatim, Kemana Skuad Persija?

Hasil Liga Europa, Gol Perdana Christian Eriksen Bikin Inter Milan Menang di Markas Ludogorets

Halaman
123
Editor: Mathias Masan Ola
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved