Burung Rangkong

Warga Berau Pelihara Burung Ranggong, BKSDA Sebut Perjualbelikan Satwa Dilindungi Dapat Dipidana

Kepala Seksi Konservasi Wilayah I, Balai Konservasi Sumber Daya Alam ( BKSDA ) Kaltim wilayah kerja Berau Dheny Mardiono mengingatkan sanksi pidana

Tribunkaltim.co, Ikbal Nurkarim
Kondisi Burung Rangkong yang dipelihara warga di Gang Elang, Kelurahan Rinding, Kecamatan Teluk Bayur, Berau, Jumat (21/2/2020). 

Evakuasi satwa dilindungi tersebut kata Kepala Seksi Konservasi Wilayah I, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kaltim berawal dari laporan masyarakat.

"Setelah kita cek, dan betul ada warga yang memeihara satwa dilindungi sehingga kita lakukan evakuasi yang nantinya dilepasliarkan ke alam liar," ungkapnya.

Mengaku Sayang, Pemelihara Burung Rangkong di Berau Enggan Serahkan ke Petugas BKSDA

Pemilik Burung Ranggong di Gang Elang, Kelurahan Rinding, Kecamatan Teluk Bayur, enggan melepaskan burung peliharaannya ke petugas BKSDA Kabupaten Berau.

Meski dibantu aparat Kepolisian untuk evakuasi burung tersebut, sang pemilik yang enggan disebut namanya itu tetap tak mau menyerahkannya.

Meski sang pemilik tahu, jika burung tersebut hewan dilindungi Ia tetap tak mau menyerahkannya ke pihak BKSDA.

"Saya terlanjur sayang pak, saya pelihara ini sejak kecil saat itu masih kurus bahkan sayapnya sempat patah dan semenjak saya pelihara sudah gemuk seperti saat ini," katanya.

Iapun mengajukan persyaratan ganti rugi kepetugas BKSDA agar Ia mau melepaskan Burung Ranggong peliharaannya tersebut.

"Saya membeli ini dari Suku Dayak Rp 500 ribu, kalau kalian mau maka gantikan uang saya," tuturnya.

Sang pemilik menjelaskan sejumlah orang telah menawar Burung Ranggong tersebut, namun tak Ia jual karena mengaku sudah sayang.

Halaman
1234
Penulis: Ikbal Nurkarim
Editor: Rita
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved