Ada Apa? Amerika Serikat Cabut Status Indonesia sebagai Negara Berkembang, Siasat Donald Trump?

Ada apa? Amerika Serikat tiba-tiba cabut status Indonesia sebagai negara berkembang, bagaimana siasat Donald Trump?

TWITTER/@Jokowi
FOTO Presiden Joko Widodo bertemu dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump di sela-sela forum G20 di Hamburg, Jerman, Sabtu (8/7/2017). Kabar terbaru, Amerika Serikat kini mencabut status Indonesia sebagai negara berkembang menjadi negara maju. Kira-kira apa maksud pemerintahan Donald Trump? 

Namun, jika diukur dari pendapatan nasional bruto per kapita, Afrika Selatan sebenarnya masih tergolong sebagai negara berkembang.

"G20 merupakan forum dominan dalam kerja sama ekonomi internasional yang menyatukan negara-negara ekonomi besar dan perwakilan dari lembaga internasional besar seperti Bank Dunia dan IMF," tulis USTR dalam pernyataannya.

"Mengingat betapa signifikannya G20 dalam ekonomi global, dan besarnya ekonomi dari negara-negara anggotanya yang menyumbang sebagian besar dari output ekonomi global, keanggotaan G20 menunjukkan bahwa suatu negara tengah dikembangkan (jadi negara maju)," kata USTR.

Dalam pertimbangan yang digunakannya, USTR mengabaikan indikator negara berkembang lainnya, seperti angka kematian bayi, angka buta huruf orang dewasa, dan harapan hidup saat lahir.

Alasan inilah yang membuat Indonesia dan negara-negara berkembang di G20 lainnya dianggap Amerika Serikat tak lagi memenuhi syarat mendapatkan perlakuan istimewa sebagai negara berkembang.

Menteri Jokowi Buka Suara

Sebelumnya, dikutip dari Kontan, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, kebijakan Amerika Serikat ini akan berdampak terhadap fasilitas-fasilitas perdagangan negara berkembang.

"Dampaknya tentu fasilitas, Indonesia yang sebelumnya menjadi negara berkembang akan dikurangi, ya kita tidak khawatir itu," kata Airlangga Hartarto di kantornya, Jumat (21/2/2020).

Menteri Koordinator Perekonomian, Airlangga Hartarto
Menteri Koordinator Perekonomian, Airlangga Hartarto (KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO)

Setali tiga uang, ekspor barang-barang Indonesia bakal kena tarif tinggi daripada negara berkembang lainnya.

Sebagai contoh, pajak-pajak impor yang diatur Amerika Serikat atas barang Indonesia bakal lebih tinggi, termasuk bea masuk.

Halaman
123
Editor: Syaiful Syafar
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved