Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura Ingatkan Samarinda Bagian dari Kutai, Ini Penjelasannya

Ada tiga poin yang disampaikan Kesultanan Kutai Kartanegara usai menerima kunjungan pasangan bakal calon Andi Harun Rusmadi Wongso.

Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura Ingatkan Samarinda Bagian dari Kutai, Ini Penjelasannya
Tribunkaltim.co, sapri maulana
Sekretaris Kedaton Kutai Kartanegara Ing Martadipura Awang Yacoub Luthman (kiri) saat menyampaikan pesan kesultanan, usai bertemu dengan Andi Harun - Rusmadi, di Kedaton, Tenggarong, Sabtu (22/2/2020). 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Ada tiga poin yang disampaikan Kesultanan Kutai Kartanegara usai menerima kunjungan  pasangan bakal calon ( Balon ) Pilkada Samarinda 2020, Andi Harun Rusmadi Wongso.

Pertama, pernyataan Samarinda agar menjadi harum. Harum disinyalir akronim dari Harun-Rusmadi.

"Semoga Pilkada aman dan tertib. Biar sedang ada kompetisi, tetap bisa terkendali," ungkap Sekretaris Kedaton Kutai, Awang Yacoub Luthman. 

Kedua, kata Awang Yacoub, Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura menyampaikan sejarah Samarinda sebagai bagian dari Kerajaan Kutai.

"Tapi Alhamdulillah ada komitmen dari Andi Harun terkait pembiayaan adat budaya Kutai. Kami bersyukur ini pertama kali ada calon wali kota yang kasih penegasan soal pembiayaan. Pembiayaan ini bukan soal operasional sultan. Tapi mengarah pada kepentingan peninggian adat budaya Kutai," ungkap Awang Yacoub, mewakili Kesultanan.

Artinya, jika hal tersebut terealisasi. Maka Samarinda akan menjadi daerah ketiga yang memberikan anggaran untuk pembiayaan pengembangan adat Kutai, setelah Kukar dan Kutim.

Baca Juga;

Sri Sultan Menjenguk, Bulir Air Mata Membasahi Pipi Para Orangtua Korban Susur Sungai Pramuka SMPN 1

Susur Sungai Pramuka Berakhir Nestapa, Zidan Teriak Gulungan Banjir Datang, Bambu Media Penyelamat

Pengakuan Mengejutkan Shin Tae-yong Setelah Timnas Indonesia Dibantai Persita, Singgung Indra Sjafri

Penyerang Inter Milan Lautaro Martinez Kian Santer ke Barcelona, Lionel Messi Terus Lempar Kode

"Alhamdulillah, Insha Allah nanti Pilkada Samarinda harum," kata Awang Yacoub.

Ketiga, terkait sejarah Lamohang Daeng Mangkona. Sebagai nama yang dikenal sebagai pendiri Kota Samarinda.

Kesultanan, kata Awang Yacoub, ingin agar peran Aji Pangeran Anom Panji Mendapa tidak dilupakan, sebagai orang yang memberikan restu Daeng Mangkona untuk tinggal di wilayah Tepi Sungai Mahakam.

"Karena beliau yang memberi restu dan memberi simbol Samarendah. Jadi, Samarendah itu keluar dari mulut Aji Pangeran Anom Panji Mendapa," kata Awang Yacoub, menyampaikan pesan Kesultanan. (m08)(Tribunkaltim.co/Sapri Maulana)

Penulis: Sapri Maulana
Editor: Mathias Masan Ola
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved