Hari Peduli Sampah Nasional

PERISTIWA tragis yang tidak akan pernah terlupakan. Sampah-sampah yang menggunung itu telah merenggut ratusan nyawa manusia di sekitarnya. Tragedi mem

Hari Peduli Sampah Nasional
ist
Hari Peduli Sampah Nasional 

PERISTIWA tragis yang tidak akan pernah terlupakan. Sampah-sampah yang menggunung itu telah merenggut ratusan nyawa manusia di sekitarnya. Tragedi memilukan tersebut terjadi pada 21 Februari 2005 dini hari, yakni longsornya Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah Leuwigajah di Cimahi, Jawa Barat.

TPA sampah longsor akibat dari guyuran hujan deras yang terjadi selama dua hari berturut-turut. Karena kondisi sampah menggunung di TPA yang menampung sekitar 1,62 juta meter kubik sampah setiap tahunnya ini menjadi tidak stabil akibat hujan deras. Longsor menerjang pemukiman warga dan langsung mengubur sebanyak 147 orang korban jiwa, serta 86 unit rumah dengan sampah.

Semoga peristiwa yang terjadi 15 tahun silam, yang cukup menggegerkan masyarakat Indonesia bahkan dunia ini, dapat menyadarkan banyak pihak tentang pentingnya pengelolaan sampah agar tak menjadi senjata makan tuan bagi manusia sebagai produsen sampah.

Sampah telah menjadi permasalahan yang sedang dihadapi masyarakat secara global. Sampah adalah sisa bahan yang dibuang sebagai hasil dari proses produksi, baik itu industri maupun rumah tangga. Definisi lain dari sampah adalah sesuatu yang tidak diinginkan oleh manusia setelah proses, atau penggunaannya berakhir.

Adapun bahan sisa yang dimaksud adalah sesuatu yang berasal dari manusia, hewan, ataupun dari tumbuhan yang sudah tidak terpakai. Wujud dari sampah tersebut bisa dalam bentuk padat, cair, atau gas. National Geographic telah melaporkan bahwa masingmasing kota di dunia ini setidaknya selalu menghasilkan sampah hingga 1,3 miliar ton setiap tahunnya.

Diprediksi pada sekitar 2025, jumlah sampah ini akan bertambah menjadi 2,2 miliar ton. Pada 2018 saja Indonesia merupakan negara penyumbang sampah plastik ke lautan terbesar kedua di dunia. Berdasarkan data yang diperoleh dari Asosiasi Industri Plastik Indonesia (INAPLAS) dan Badan Pusat Statistik (BPS), sampah plastik di Indonesia mencapai 64 juta ton per tahun, di mana 3,2 juta ton merupakan sampah plastik yang dibuang ke laut.

Sampah yang dibuang ke laut dapat terbelah menjadi partikel-partikel kecil yang disebut microplastic dengan ukuran 0,35 milimeter. Mikroplastik sangat mudah tertelan hewan-hewan laut. Sungguh sebuah kondisi yang memprihatinkan. Berkenaan dengan permasalahan sampah, pemerintah Indonesia terus berusaha agar kelak menjadi negara yang bebas sampah. Bebas sampah yang dimaksud dalam hal ini adalah pengelolaan sampah yang maksimal dan baik.

Sudah demikian kritisnya kah kondisi sampah di dunia? Bagaimana di lingkungan tempat tinggal kita hari ini? Apakah sudah seperti yang diinginkan? Setiap hari saat kita hendak melintasi jalan dari sekitar rumah hingga wilayah perkotaan, harapannya akan menghirup udara yang segar dan melihat lingkungan sepanjang jalan yang bersih. Tetapi yang ditemui adalah hal sebaliknya.

Sampah kemasan plastik air mineral, bungkus makanan, sedotan, dan banyak lagi memenuhi selokanselokan di pinggir jalan. Sampai pada daerah aliran sungai pun sudah penuh dengan sampah. Masih banyak masyarakat yang masih tidak peduli dan membuang sampahsampahnya langsung ke sungai.

Masyarakat tidak hanya membuang sampah atau limbah rumah tangga, barang seperti spring bed pun pernah ikut dibuang. Akibatnya, sungai pun menjadi kotor dan dangkal. Saat musim hujan tiba atau curah hujan yang sangat deras beberapa saat saja akan mengakibatkan banjir.

Halaman
123
Tags
Opini
Editor: Tohir
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved