Masalah Sosial Belum Tuntas Jadi Kendala Pengembangan Exsisting Angkutan Massal di Balikpapan

Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Balikpapan di tahun 2019 telah melakukan kajian rerouting bagi trayek angkutan perkotaan.

Masalah Sosial  Belum Tuntas Jadi Kendala Pengembangan Exsisting Angkutan Massal di Balikpapan
TribunKaltim.Co/miftah aulia anggraini
Kepala Dinas Perhubungan Kota Balikpapan, Sudirman Djayaleksana 

TRIBUNKALTIM.CO,BALIKPAPAN-Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Balikpapan di tahun 2019 telah melakukan kajian rerouting bagi trayek angkutan perkotaan.

Hal tersebut dilakukan dalam rangka mengelola angkutan perkotaan dan angkutan massal yang nantinya, akan difungsikan agar tetap sejalan melayani kebutuhan masyarakat.

Rerouting tersebut memang merupakan salah satu upaya yang dilakukan Dishub Balikpapan untuk mempersiapkan Kota Balikpapan,

yang bisa saling terkoneksi sebagai kota penyangga dari Ibu Kota Negara (IKN) baru.

Maka menindaklanjutinya, di tahun 2020 pun pihak Dishub akan membuat kajian mengenai Masterplan Transportasi untuk mengatasi masalah angkutan agar saling tak bersinggungan.

Namun menurut Kepala Dishub Kota Balikpapan Sudirman Djayaleksana, pengembangan exsisting angkutan masal alami kesulitan terkait dengan belum tuntasnya masalah sosial.

Ojek Online Ditertibkan Dishub Balikpapan, Kabar Buruk Target Retribusi Parkir Meleset dari Rencana

Sweeping Besar Besaran Dishub Balikpapan, Ini Jenis Kendaraan yang Diincar, 3 Unit Sudah Ditahan

Paska Kecelakaan di Tanjakan RSUD Kanujoso Djatiwibowo, Ini yang Dilakukan Dishub Balikpapan

"Iya jadi kita juga batu puya 4 exsisting angkutan masal, kita ingin kembangkan lagi.

Tapi memang kesulitannya kemarin belum tuntas masalah sosial. Kita mau angkutan massal lagi.

Tapi kalau tanpa ada analisa masalah sosial pasti bisa bikin bentrokan baru," ujar Sudirman kepada Tribunkaltim.co.

Maka itu, untuk saat ini exsisting angkutan masal baru menghubungkan antara Terminal Batu Ampar ke Pelabuhan Feri Kariangau.

"Namun sebetulnya dari 4 exsisting angkutan masal kemarin, minimal bisa menghubungkan dari Batu ampar ke Kariangau, Batu ampar ke Semayang, dan dari Batu ampar ke SAMS Sepinggan," ujarnya.

Hanya saja selama ini memang baru dibuat sebegitu rupa saja tanpa rencana dan kajian.

Hal tersebut tentunya akan menjadi perhatian khusus bagi Dishub Balikpapan dan akan disesuaikan agar tidak terjadi hambatan, sehingga munculah Rerouting tersebut.

"Angkot itu kan sekarang trayeknya ada 9, nah itu akan dikembangkan. Sementara pemukiman berkembang, nah dia akan bermain di jarak tertentu trayek ini sehingga tak ada jalur yang bermasalah kalau kita masukkan angkutan massal," tandasnya. (*)

Inilah 3 Angkutan Massal Canggih dan Ramah Lingkungan yang Disiapkan di Ibu Kota Baru, Satunya MRT

Menuju Bandara APT Pranoto Bakal Ada Angkutan Massal

Dishub Balikpapan Susun Masterplan Tahun Ini, Ingin Angkot Tetap Ada & Prioritas Transportasi Massal

Penulis: Miftah Aulia Anggraini
Editor: Samir Paturusi
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved