Pilkada Kukar

Pemilihan Wakil Bupati Kukar yang Kosong Dipastikan Ngaret Lagi Begini Penjelasan Wakil Ketua Panlih

Bupati Kutai Kartanegara Edi Damansyah berikan klarifikasi terkait surat keberatan dari mantan Bupati Rita Widyasari di ruang Banmus DPRD

HO/DOKUMENTASI PRIBADI
Wakil Ketua Panlih Ria Handayani akan menunggu pihak Rita Widyasari berikan klarifikasi terkait Surat keberatannya karena tidak diikutsertakan dalam menunjuk calon wakil bupati Kutai Kartanegara. 

TRIBUNKALTIM.CO, TENGGARONG - Usai Bupati Kutai Kartanegara ( Kukar ) Edi Damansyah berikan klarifikasi terkait surat keberatan dari mantan Bupati Rita Widyasari di ruang Badan Musyawarah ( Banmus ) Gedung DPRD Kukar, Senin (24/2/2020).

Klarifikasi ini terkait keberatan dan tidak diajaknya bupati non aktif Rita Widyasari dalam penunjukan calon wakil bupati yang kosong.

Sebab pihak Rita yakin jika dirinya masih berhak merekomendasikan salah satu calon wakil bupati yang kosong seusai Edi Damansyah dilantik sebagai bupati definitif. Seharusnya penetapan wakil bupati dilaksanakan hari ini.

Namun anggota dewan khususnya yang tergabung dalam panitia pemilih ( Panlih ) menunda penetapan wakil alias ngaret. Wakil ketua panlih Ria Handayani mengatakan  pihaknya akan mendengarkan klarifikasi dari pihak Rita Widyasari.

Pihaknya ingin mendengarkan langsung apa yang menyebabkan pihak Rita Widyasari langsung mengeluarkan nada keberatan tersebut.

"Habis ini kita tunggu klarifikasi dari pihak Rita. Setelah itu kita minta arahan dari Mendagri," ucap Ria Handayani.

Baca Juga:

BREAKING NEWS DPRD Kukar Panggil Bupati Edi Damansyah, Klarifikasi Terkait Surat Rita Widyasari

Bupati Kukar Edi Damansyah Paparkan Kronologis Pencalonan Wakil Bupati Pengganti

NEWS VIDEO DPRD Kukar Panggil Bupati Edi Damansyah untuk Berikan Klarifikasi.

Tanggapan Anggota Dewan Usai Edi Damansyah Klarifikasi, Ketua DPRD Kukar Minta Bupati Cek ke Staf

Pihaknya justru ingin permasalahan ini segera dituntaskan secepatnya. Ia berharap agar kedua belah pihak tidak ada yang dirugikan. "Kalau bisa kami berharap ada perwakilan dari pak Edi dan satu lagi dari pihak Rita," ucapnya.

Jika memang diseriusi maka mengurus dan menetapkan calon bupati tidak memakan waktu lama. "Paling lama harusnya satu bulan," pungkas politisi Partai Gerindra ini

Ketika dikonfirmasi lagi seusai audiensi, Edi Damansyah irit suara. Bahkan ia enggan menanggapi pertanyaan awak media dan langsung turun tangga menuju mobil dinasnya.  "Kalau klarifikasi tadi kan sudah. Tinggal dikutip saja," ucap Edi Damansyah. (jnp)

Penulis: Jino Prayudi Kartono
Editor: Mathias Masan Ola
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved