Dibutuhkan untuk Gaji Honorer, Kepala SMPN 2 Samarinda Berharap Dana BOS Cair di Awal Caturwulan

Dibutuhkan untuk gaji tenaga honorer, Kepala SMPN 2 Samarinda berharap Dana BOS cair di awal caturwulan.

TRIBUNKALTIM.CO/ MUHAMMAD RIDUAN
Sugik Kepala Sekolah SMPN 2 Samarinda sewaktu ditemui di kantornya, di jalan KH. Ahmad Dahlan, Sungai Pinang Luar, kecamatan Samarinda Kota, Senin (24/2/2020). 

TRIBUN KALTIM. CO, SAMARINDA - Dibutuhkan untuk gaji tenaga honorer, Kepala SMPN 2 Samarinda berharap Dana BOS cair di awal caturwulan.

Sekolah Menengah Pertama Negeri / SMPN  2 Samarinda menginginkan dana Bantuan Operasional Sekolah ( BOS ) dapat cair di awal catur wulan.

Seperti diketahui, bahwa dana BOS akan cair tiga kali dalam setahun atau perempat bulan sekali ( caturwulan).

Baca Juga: Pencarian Dana BOS Terlambat, Kepala Sekolah di PPU Cari Dana Talangan dengan Pinjam Koperasi

Baca Juga: Dana BOS Bakal Naik, Kepala SDN 002 Tanjung Selor Hilir Sebut Untuk Upah Guru Honor

Perihal itu disampaikan oleh Sugik kepala Sekolah SMPN 2 Samarinda kepada Tribun Kaltim, sewaktu ditemui di kantornya, di jalan KH. Ahmad Dahlan, Sungai Pinang Luar, kecamatan Samarinda Kota, Senin (24/2/2020).

Sugik mengungkapkan bahwa Dana BOS seharusnya dapat dicairkan di awal caturwulan sehingga dapat mempermudah sekolah.

"Harapan saya bahwa Dana BOS ini dapat cair di awal bulan atau di awal caturwulan,

sehingga dari sekolahan tidak gelabakan mau menggaji guru honorer dan tenaga tata usaha," ucapnya.

Sugik Kepala Sekolah SMPN 2 Samarinda sewaktu ditemui di kantornya, di jalan KH. Ahmad Dahlan, Sungai Pinang Luar,  kecamatan Samarinda Kota, Senin (24/2/2020).
Sugik Kepala Sekolah SMPN 2 Samarinda sewaktu ditemui di kantornya, di jalan KH. Ahmad Dahlan, Sungai Pinang Luar, kecamatan Samarinda Kota, Senin (24/2/2020). (TRIBUNKALTIM.CO/ MUHAMMAD RIDUAN)

Baca Juga: Wakil Ketua Komisi X DPR RI dari Kaltim Hetifah Sjaifudian Nilai, Dana BOS tak Semestinya Sama Rata

Baca Juga: Kenaikan Dana BOS, di Balikpapan Gaji Guru Honorer Ditanggung Bosda

Ia menyampaikan Jumlah honorer dan TU yang ada di sekolahannya, kurang lebih sekitar 20 orang.

"Dana yang dikeluarkan untuk keselurahan dalam perbulan menghabiskan sekitar Rp 35.000.000, itu ditambah dengan pengeluaran untuk kegiatan KBM, listrik dan air," ucapnya

Ia mengungkapkan bagaimanapun agar guru honorer tetap digaji.

"Kalau dari SMPN 2 mensiasati bapak atau ibu guru honor harus digaji. Jadinya kita bekerja sama dengan pihak ketiga, untuk mencari bagaimana caranya supaya bapak ibu guru honorer agar mendapatkan gaji," tutupnya. (TribunKaltim.co/ Muhammad Riduan)

Penulis: Muhammad Riduan
Editor: Rita
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved