Berita DPRD Kalimantan Timur

Revitalisasi Pendidikan Vokasi, DPRD Kaltim Belajar ke Jateng yang Sudah Terapkan Sejak 2017

Kendati telah diterapkan sejak 2017, namun pihaknya mengakui bahwa masih terhadap beberapa kekurangan dan masih perlu dilakukan evaluasi.

Revitalisasi Pendidikan Vokasi, DPRD Kaltim Belajar ke Jateng yang Sudah Terapkan Sejak 2017
HUMAS DPRD KALTIM
Sharing tentang revitalisasi pendidikan vokasi, Komisi IV DPRD Kaltim melakukan kunjungan kerja ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jateng Tengah, Jumat (21/2/2020). 

SEMARANG - Komisi IV DPRD Kaltim melakukan studi banding tentang peningkatan mutu pendidikan yang salah satunya pendidikan vokasi ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Jawa Tengah, Jumat (21/2/2020).

Sekretaris Komisi IV DPRD Kaltim Salehuddin mengatakan dari tahun ke tahun tantangan generasi muda semakin komplek sehingga penting untuk terus melakukan peningkatan sumber daya manusia melalui memaksimalkan program pendidikan yang telah ditetapkan pemerintah yakni pendidikan vokasi.

Seperti diketahui, bahwa pendidikan vokasi merupakan pendidikan tinggi yang menunjang pada penguasaan keahlian terapan tertentu, meliputi program pendidikan Diploma 1 - 4 yang setara dengan program pendidikan akademik strata 1.

Lulusan pendidikan vokasi akan mendapatkan gelar vokasi/gelar ahli madya. Pemerintah pusat melalui Kemenristekdikti melakukan perubahan fundamental terhadap pendidikan vokasi melalui program revitalisasi pendidikan tinggi vokasi.

Progam tersebut untuk meningkatkan relevansi pendidikan politeknik dengan kebutuhan industri pengguna lulusannya.

Ia menyebutkan, pemerintah telah menempatkan pendidikan vokasi sebagai prioritas utama pembangunan pendidikan.

Hal ini dibuktikan dengan diterbitkannya Inpres Nomor 9 tahun 2016 tentang Revitalisasi SMK dalam rangka Peningkatan Kualitas dan Daya Saing Sumber Daya Manusia Indonesia yang menjadi arah pembangunan pendidikan vokasi ke depan.

“Ada dua tantangan yang harus dihadapi generasi muda saat ini yakni revolusi industri keempat yakni semua mesin dihubungkan dengan yang lain, bertumpu pada cyber physical system yang akan mengubah secara radikal cara manusia berkehidupan, bekerja, dan berkomunikasi."

"Dan yang kedua, tantangan Masyarakat Ekonomi Asean (MEAN) menjadikan persaingan antar negara menjadi lebih ketat,” jelas Salehuddin didampingi Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kaltim Ely Hartati Rasyid, Abdul Kadir Tappa, Herliana Yanti, Puji Setyowati, Fitri Maisyaroh, Henry Pailan Tandi Payung, dan Jawad Sirajuddin.

Karena itu memastikan telah dilaksanakannya revitalisasi pendidikan vokasi di daerah menjadi salah satu tanggunjawab utama.

“Jateng sudah menerapkan sejak 2017 sehingga dinilai perlu untuk sharing agar kemudian bisa menjadi bahan pertimbangan guna kemudian diterapkan di Kaltim,” ucapnya.

Kadisdikbud Jateng Jumeri menuturkan seluruh SMK di Jateng harus berstandar nasional. Total SMK dibawah naungannya berjumlah 1587 yang terbadi terbagi 234 sekolah negeri dan 1342 sekolah swasta dan dengan jumlah seluruh siswa 781, 783 orang serta 94, 965 guru.

Kendati telah diterapkan sejak 2017, namun pihaknya mengakui bahwa masih terhadap beberapa kekurangan dan masih perlu dilakukan evaluasi. Namun dikatakannya lagi agar berjalan optimal penting diadakan kerjasama dengan kementerian terkait dalam rangka kerjasama dengan sekolah luar negeri.

“Piloting pengembangan SMK berbasis potensi lokal dengan Kementerian ekonomi guna pengembangan kerjasama spesifik oleh masing-masing sekolah,” imbuhnya.

Ditambahkannya, tenaga kerja yang berdaya saing dan terampil salah satu di antaranya dilahirkan dari pendidikan vokasi yang bermutu dan relevan dengan tuntutan dunia kerja yang terus menerus berkembang. (adv/hms)

Editor: Achmad Bintoro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved