Soal Ganti Rugi Ikan Mati di Sungai Segah, Kadis Perikanan Berau Sebut Masih Mencari Jalan Keluar

Soal ganti rugi ikan mati di Sungai Segah, Kadis Perikanan Berau sebut masih mencari jalan keluar

Soal Ganti Rugi Ikan Mati di Sungai Segah, Kadis Perikanan Berau Sebut Masih Mencari Jalan Keluar
TribunKaltim.Co/ikbal Nurkarim
ikan di keramba bantaran Sungai Segah, tepatnya di Daerah Bujangga, Kabupten Berau, Kalimantan Timur pada Minggu (5/1/2020) lalu, ditemukan mati 

TRIBUNKALTIM.CO,TANJUNG REDEB -Soal ganti rugi ikan mati di Sungai Segah, Kadis Perikanan Berau sebut masih mencari jalan keluar

Ada banyak ikan di keramba bantaran Sungai Segah, tepatnya di Daerah Bujangga, Kabupten Berau, Kalimantan Timur pada Minggu (5/1/2020) lalu ditemukan mati.

Matinya ratusan ikan tersebut diduga akibat air sungai tempat ikan di budidaya tercemar limbah perusahaan kelapa sawit yang mengaliri air sungai segah.

Kadis Perikanan Kabupaten Berau Tentram Rahayu yang ditemui TribunKaltim.co, di kantornya Jl Karang Ambun, Kecamatan Tanjung Redeb, Kabupaten Berau, Rabu (26/2/2020), mengatakan tengah mencari win win solution antara petani keramba ikan dan perusahaan terkait.

Negosiasi win-win solution, yaitu negosiasi antara dua pihak yang akan mendapatkan keuntungan sama banyaknya.

Baca Juga

Banyak Ikan Mati Saat Sungai Segah di Berau Berubah Warna, Simak Penjelasan Peneliti IPB

Peneliti IPB Ambil Sampel Air Tanah dan Ikan di Sungai Segah Berau, Hasil Diketahui 15 Hari Kemudian

Berbeda Temuan DLHK Berau, Peneliti IPB Ini Sebut Sungai Segah Berubah Warna Bukan Karena Pupuk

"Dalam kasus Sungai Segah ada tim mediasi termasuk kami dari Dinas Perikanan yang dimasukkan karena yang terdampak sekali itukan pembudidaya ikan sama nelayan," kata Tentram Rahayu.

Halaman
12
Penulis: Ikbal Nurkarim
Editor: Samir Paturusi
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved