10 Februari Muncul Perda, Pedagang Kantong Plastik di Pasar Sepinggan Balikpapan Kurangi Stok Jualan

Kantong plastik belanja sekali pakai resmi dilarang dalam Perda Balikpapan pada 10 Februari 2020 lalu, Kalimantan Timur.

Penulis: Dian Mulia Sari | Editor: Budi Susilo
Tribunkaltim.co/Dian Sari
Kantong plastik belanja sekali pakai resmi dilarang dalam Perda Balikpapan pada 10 Februari 2020 lalu. Sejumlah pedagang kurangi stok penjualan di Pasar Sepinggan Kota Balikpapan Provinsi Kalimantan Timur pada Kamis (27/2/2020). 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Kantong plastik belanja sekali pakai resmi dilarang dalam Perda Balikpapan pada 10 Februari 2020 lalu. Diresmikan langsung oleh Walikota Balikpapan, disaksikan DPRD Balikpapan, Kalimantan Timur

Sejumlah pedagang kurangi stok penjualan di Pasar Sepinggan, Kota Balikpapan Provinsi Kalimantan Timur pada Kamis (27/2/2020).

Dari pantauan tribunkaltim.co di pasar Sepinggan, masih banyak pedagang kantong plastik sekali pakai yang menjual berbagai macam jenis kantong yang berbahan plastik.

Yang telah kita tahu bahwa pemerintah Kota Balikpapan telah resmi mengeluarkan peraturan tentang pengurangan penggunaan kantong plastik sekali pakai.

Peraturan tersebut tertuang dalam Peraturan Daerah atau Perda no 1 tahun 2019 tentang pengurangan penggunaan produk atau kemasan plastik sekali pakai.

Aturan Stop Kantong Plastik Berlaku, DLH Balikpapan Sita Plastik Sekali Pakai di Pasar Tradisional

Hal tersebut berdampak terhadap penjualan kantong plastik oleh pedangang di Pasar Sepinggan, Kota Balikpapan.

Menurut penuturan oleh salah satu pedagang bernama Ariani, dia mengungkapkan.

Jika penjualan kantong plastik sekali pakai sudah dikurangi.

Karena minat beli masyarakat sudah berkurang.

Berkurang, gak seperti dulu.

Kantong plastik belanja sekali pakai resmi dilarang dalam Perda Balikpapan pada 10 Februari 2020 lalu. Sejumlah pedagang kurangi stok penjualan di Pasar Sepinggan Kota Balikpapan Provinsi Kalimantan Timur pada Kamis (27/2/2020).
Kantong plastik belanja sekali pakai resmi dilarang dalam Perda Balikpapan pada 10 Februari 2020 lalu. Sejumlah pedagang kurangi stok penjualan di Pasar Sepinggan Kota Balikpapan Provinsi Kalimantan Timur pada Kamis (27/2/2020). (Tribunkaltim.co/Dian Sari)

"Saya saja kurangi kompek sudah, mulai kurangin kompek, ya saya ikut-ikut kurangi stok, tidak terlalu banyak," kata Ariani.

"Kalau dulu sampai beberapa karung gitu, skrg ya paling sekarung, ya itu saja lama habisnya," Kat Pemilik Toko Jaini, Ariani.

Tetapi, Ariani mengungkapkan jika konsumen dari pedagang pasar tradisional seperti Pasar Sepinggan dan Pasar Pandansari masih banyak peminatnya untuk membeli kantong plastik sekali pakai.

"Kalo pasar tradisionalkan masih memakai, masih meminta pelanggan, kalo engga kita ga ada pembelinya," ujar Ariani.

Pasar Tradisional di Balikpapan Dilarang Pakai Kantong Plastik, DLH: Melanggar Dicabut Izin Usaha!

Ada yang berbeda di Toko milik Ariani, dia mengatakan jika sekarang sudah mulai menjual dan mengenalkan kepada masyarakat produk plastik yang bisa didaur ulang yang lebih ramah lingkungan.

"Saya juga jual plastik yang bisa didaur ulang, SNI dia khusus bisa didaur ulang, itu mulai saya perkenalkan, kita mau ramah lingkungan juga ya," ungkap Ariani

Dengan adanya peraturan daerah tentang kantong plastik, dia juga mengungkapkan jika dia mengurangi harga kantong plastik agar masyarakat masih tetap membeli.

"Saya turunin harga plastiknya, peminatnya sudah mulai ngerti, masyarakat mulai ngerti (pengurangan kantong plastik)," ungkapnya.

(Tribunkaltim.co/Dian Mulia Sari)

Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved