Berita Pemprov Kalimantan Utara

Gubernur Kaltara Tawarkan Investasi Bidang Energi dan Pelabuhan Kepada Konglomerat Australia

FMG Ltd menaruh minat besar kepada pengembangan usahanya ke Kaltara, utamanya di bidang pengembangan energi ramah lingkungan

Gubernur Kaltara Tawarkan Investasi Bidang Energi dan Pelabuhan Kepada Konglomerat Australia
HUMASPROV KALTARA
Gubernur Kaltara Irianto Lambrie memberikan cinderamata kepada manajemen Fortescue Metals Group (FMG) Ltd dalam pertemuan di Kantor Gubernur di Tanjung Selor, Rabu (26/2/2020). Pertemuan dengan perusahaan asal Australia yang bergerak di bidang pengembangan energi dan lainnya milik konglomerat Australia, Mr. John Andrew Henry Forrest AO itu merupakan tindak lanjut rencana investasi yang sebelumnya perusahaan terseb8ut sudah melakukan suvei awal beberapa pekan sebelumnya. 

TANJUNG SELOR - Tatap muka sekaligus diskusi antara Pemprov Kaltara dengan Kedubes Australia berlangsung kurang lebih 1 jam di ruang rapat Sekprov Kaltara, Selasa (25/2/2020).

Kesempatan ini dimanfaatkan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM PTSP) Provinsi Kaltara memberikan informasi kepada Sekretaris Dua Bidang Ekonomi Kedubes Autralia, Peter Simojoki.

Di era kepemimpinan Presiden Joko Widodo dan Gubernur Kaltara Irianto Lambrie, kata Risdianto, telah dilakukan langkah fundamental dalam rangka mempermudah proses investasi di Tanah Air dan di Kaltara. Salah satu instrumennya adalah mempermudah proses perizinan.

Dan, Provinsi Kaltara memang diharapkan jadi sentral pertumbuhan di wilayah Kalimantan. Apalagi, sejalan kebijakan nasional ditunjuknya Kalimantan Timur sebagai Ibu Kota Negara (IKN).

“Sehingga secara tidak langsung Kaltara sebagai daerah penyangga. Salah satunya penyangga di bidang energi. Kita ada rencana besar membangun PLTA oleh beberapa perusahaan yang telah menyatakan minat dan memproses administrasinya. Karena sesungguhnya provinsi ini memiliki potensi dan peluang hidrologi dibangunnya PLTA,” tutur Risdianto.

Berkenaan kunjungan tim Kedubes Australia ke empat sungai besar di Kaltara, Risdianto mengungkapkan rencana pengembangan bidang energinya. Sungai Kayan akan digarap PLTA berkapasitas 9.000 MW oleh PT Kayan Hidro Energy, Sungai Sembakung 500 MW oleh PT Hannergy, Sungai Mentarang 1.775 oleh PT Sarawak Energy Berhad dan PT Kayan Patria, serta sungai-sungai lainnya.

Sekaitan dengan pembangunan pembangkit tersebut, tengah berproses pula Proyek Strategis Nasional (PSN) Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional (KIPI) Tanah Kuning-Mangkupadi seluas 10.100 hektare.

“Karena Kaltara masuk pada ALKI (Alur Laut Kepulauan Indonesia) II sehingga lebih dekat ke Asia Pasifik. Kita akan membangun KIPI seluas 10.100 hektare. Dan saat ini sudah ada 7 perusahaan yang meminta sebagai pengelola,” ujarnya.

Risdianto menyimpulkan, suplai energi dari PLTA yang akan dibangun akan terintegrasi dengan KIPI Tanah Kuning-Mangkupadi.

Selain itu, PLTA akan memberi kontribusi bagi IKN baru di Kalimantan Timur. Pada KIPI Tanah Kuning-Mangkupadi juga akan dibangun pelabuhan internasional. Pembangunan pelabuhan samudera di KIPI tersebut sudah diminati oleh investor asal Korea Selatan.

Halaman
12
Editor: Achmad Bintoro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved