Ibu Kota Negara

Koordinasi Cepat Pusat dan Daerah, Bappenas Susun Masterplan Ibu Kota Negara di Kalimantan Timur

Rencana pemindahan Ibu Kota Negara baru ke Kalimantan Timur hingga kini masih terus memerlukan persiapan matang.

Koordinasi Cepat Pusat dan Daerah, Bappenas Susun Masterplan Ibu Kota Negara di Kalimantan Timur
Kompas.com/Hilda B Alexander
Pemenang Harapan I Sayembara gagasan desain kawasan ibu kota negara ( IKN ) dengan judul Zamrud Khatulistiwa. 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Rencana pemindahan Ibu Kota Negara baru ke Kalimantan Timur hingga kini masih terus memerlukan persiapan matang.

Maka itu, dalam rencana penyusunan masterplan ibu kota negara, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional ( Bappenas ) hari ini melakukan diskusi Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS), yang nantinya akan mendukung satu sama lain.

Secara aturan, proses tersebut memang harus dilakukan sebagai langkah dalam menyusun kebijakan Masterplan yang harus disesuaikan dan disertai bersamaan dengan KLHS.

Sehingga dalam tahapannya, proses pra kelayakan Ibu Kota Negara tentu harus dilengkapi dengan Rapid KLHS terlebih dahulu.

Yang mana setelah itu terpenuhi, barulah akan dilakukan penyusunan dari Masterplan Ibu Kota Negara baru.

Dalam kesempatannya, Direktur Lingkungan Hidup Bappenas, Medrilzam mengatakan untuk menyertai Masterplan, maka Rapid KLHS akan dilanjutkan kembali untuk menjadi Full KLHS.

"Jadi dalam hal ini prosesnya yang jelas akan back to back dengan Masterplan IKN. Hari ini kita mulai itu, karena kita butuh cepat berkordinasi baik di pusat ataupun daerah," ujar Medrilzam kepada Tribunkaltim.co, Kamis (27/2/20).

Dikatakannya saat ini pihak Bappenas kiranya sedang membutuhkan kajian mengenai aspek-aspek strategis terkait dengan pembangunan Ibu Kota Negara.

Hal tersebut dilakukan tentunya agar dapat diangkat menjadi bahan pertimbangan pada saat penyusunan Masterplan IKN baru.

Sehingga kumpulan aspek strategis tersebut akan dimasukkan langsung kedalam bentuk Assesment KLHS yang saat ini sedang dalam proses penyusunan.

"ini yang akan menjadi kontribusi untuk penyusunan masterplan. Jadi mulai dibahas mengenai, air, hutan, sampah, udara, biodiversity dan macam lainnya," terang Medrilzam.

Sementara itu, ia menilai berbagai konsen aspek terhadap daya dukung dan daya tampung harus dapat disampaikan sebagai bahan masukan.

Sehingga, dengan beradasar hal tersebut pihaknya dapat mengexplore lebih jauh dan menjadi bahan dalam menyusun Masterplan.

"Yang jelas kali ini point pentingnya adalah Biodiversity yang jelas sudah pasti. Kemudian juga tentu kita bahas mengenai masalah air sumbernya darimana, kemudian sumber energi pun darimana," paparnya.

(Tribunkaltim.co)

Penulis: Miftah Aulia Anggraini
Editor: Budi Susilo
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved